Lantai Khusus Ketua DPRD Dinilai Berlebihan

Kompas.com - 01/06/2012, 13:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kontroversi ruang Ketua DPRD DKI Jakarta yang memakan satu lantai khusus di gedung baru DPRD DKI Jakarta masih berlanjut. Ketua Komisi B DPRD DKI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Selamat Nurdin, menganggap pemakaian ruangan seluas itu berlebihan.

"Itu berlebihan. Untuk apa ruangan sebesar itu hanya untuk ketua saja. Dilihat dulu penting atau tidaknya," kata Selamat ketika dijumpai di Gedung DPRD DKI, Jakarta, Jumat (1/6/2012).

Ia menambahkan bahwa pemberian ruangan kepada anggota Dewan itu harus berbanding lurus dengan kinerja dan intensitas kunjungan seorang anggota Dewan ke Gedung DPRD DKI Jakarta. Jika memang jarang datang, lebih baik tidak perlu ada ruang khusus dengan ukuran yang besar.

"Harusnya sebagai ketua, kan, tidak seperti itu. Jauhi dari sisi kemewahan itu lah. Kami, kan, di sini untuk aspirasi rakyat, tidak terus-terusan ada di ruang pribadi," tutur Selamat.

Selamat mengungkapkan bahwa semestinya seorang anggota Dewan menghabiskan waktunya di ruang-ruang rapat atau turun ke lapangan. Bukan hanya sibuk membenahi ruang pribadinya yang sebenarnya juga jarang digunakan. "Jadi, anggota Dewan itu harus berada di ruang-ruang rapat, bukan hanya di ruang pribadi," ungkapnya.

Hal ini, menurut Selamat, masuk akal mengingat, jika tidak ada rapat paripurna, Gedung DPRD DKI Jakarta memang tampak lengang karena anggota Dewan jarang berkantor di gedung lama yang terletak di kawasan Kebon Sirih.

Kendati demikian, gedung lama tersebut akan direnovasi dengan alokasi anggaran Rp 80 miliar. Tidak hanya itu, dengan dalih meningkatkan kinerja anggota Dewan, dibangun gedung baru yang tepat bersebelahan dengan gedung lama dengan alokasi dana sebesar Rp 500 miliar menggunakan sistem multitahun sejak tahun 2009.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau