Jarang Kasih Tip, Mark Zuckerberg Hemat atau Pelit?

Kompas.com - 02/06/2012, 22:07 WIB

KOMPAS.com - Meski ditaksir memiliki kekayaan sebesar 20 miliar dollar AS, Mark Zuckerberg, pendiri Facebook ternyata tidak royal dalam mengeluarkan uang.

Ini tergambar dari jarangnya ia memberikan tip setelah makan di sebuah restoran. Termasuk saat bulan madu bersama istrinya, Pricilla Chan.

Mark yang menjalani bulan madu di pusat kota Roma, Italia yang bersejarah, yakni Rome's Jewish Ghetto, singgah untuk makan siang di sebuah restauran.

Ia hanya menghabiskan 32 Euro (atau sekitar Rp 377.600 untuk menu makanan sehat yang terdiri dari artichokes goreng (sejenis bunga), juga bunga labu goreng, ravioli (pasta tradisional Itali) dengan sea bass (sejenis ikan). 

Mark2

Untuk minuman, daripada memesan minuman wine (anggur), ia lebih memilih memesan sebotol air putih dengan sepoci teh.

Setelah membayar makanan, mereka berdua meninggalkan restoran tanpa memberi uang tip.

Bagi orang Eropa, kedatangan turis Amerika merupakan kesempatan untuk memperoleh persenan. Dan orang Amerika biasanya terkenal dengan memberikan tip dalam jumlah besar. Tapi Mark Zuckerberg tidak seperti itu.

Pemilik restauran mengaku Mark tidak memberi tip bukan karena tidak menikmati makan siangnya di restaurant itu. "Saya bertanya kepadanya bagaimana makan siangnya? Dia menjawab sangat bagus. Saya juga bertanya, apakah kau ... ? Dia langsung menjawab "ya "sebelum saya melanjutkan pertanyaan," ungkap Umberto, pemilik restoran, kepada wartawan surat kabar Corriere della Sera

Mark Zuckerberg

Namun, ini memang bukan pertama kalinya Mark Zuckerberg tidak memberi tip. Ia dilaporkan melakukan hal yang sama di malam sebelumnya, ketika makan pizza di sebuah jantung kota Roma. Saat itu ia makan di Pierluigi, tempat bersejarah dekat Campo de'Fiori.

Bulan madu Mark dan istrinya memang dirahasiakan namun terekspos publik sejak turis Polandia bertemu mereka di Sistine Chapel dan mengambil gambar keduanya.

Meski hasilnya buram, foto itu kemudian disebarkan melalui jejaring sosial Twitter. Dalam aktivitas bulan madunya, Mark tetap dengan gaya kasual mengenakan celana jeans dan T-Shirt.

Mereka diperkirakan akan meninggalkan Roma pada Senin (4/5/2012) dengan spekulasi yang beredar bahwa mereka akan menuju pantai Amalfi di Selatan Napoli, sebelum kembali ke AS.

Pasangan yang menikah tanggal 19 Mei 2012 di Palo Alto, California, AS ini memang tidak suka kehidupan asmara mereka diekspos.

Di hari pernikahan mereka, para tamu undangan bahkan tidak ada yang tahu bahwa hari itu merupakan hari pernikahan keduanya. Para tamu mengira pesta tersebut merupakan perayaan kelulusan Chan dari kuliah kedokterannya.

Pernikahan pun hanya dihadiri oleh 100 orang tamu undangan dan berjalan dengan sederhana. Jadi, sebetulnya Mark Zuckerberg ini pelit atau hemat? Jika hemat pangkal kaya adalah prinsip hidupnya, mungkin yang dilakukan Mark untuk pernikahan dan bulan madu adalah pelaksanaan dari prinsip tersebut.

Bagaimana pendapat Anda?

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau