SURABAYA, KOMPAS.com - Pemakaman Purwo Adi (18), suporter Persebaya yang tewas saat kericuhan usai pertandingan Persebaya vs Persija, Minggu (3/6/2012), siang ini dihadiri ratusan bonek dari berbagai koordinator wilayah di Surabaya dan sekitarnya.
Mengenakan kostum suporter kebanggaan, para bonek mengantar mereka dari rumah duka Jalan Babadan Rukun VI Nomor 3 Surabaya menuju pemakaman umum Asem Jajar Kelurahan Asemrowo, Kecamatan Asemrowo Surabaya, Senin (4/6/2012).
Turut hadir dalam pemakaman itu, beberapa teman sekolah dan guru almarhum, beberapa pemain dan ofisial Persebaya termasuk Andik Fermansyah, serta keluarga dan kerabat almarhum.
Salah satu guru almarhum, Yuli Suji Astuti, mengaku sangat kehilangan Purwo yang dikenal santun kepada teman dan guru-gurunya itu. ''Almarhum sempat menggelar pesta kebun saat ulang tahunnya beberapa bulan lalu,'' katanya.
Meski tidak memiliki prestasi yang menonjol, siswa kelas III jurusan Teknik Kimia Industri itu kata Yuli bukanlah siswa yang merepotkan dan bukan termasuk siswa yang memiliki catatan kenakalan.
Menurut keterangan sementara polisi, almarhum tewas karena kekurangan oksigen saat keluar dari salah satu pintu Stadion Gelora Sepuluh Nopember saat suasana ricuh karena polisi menembakkan gas air mata.
Polisi membantah telah terjadi kontak fisik dengan almarhum. Di tengah suasana ricuh itu, para bonek berebut keluar stadion. Purwo duduga diduga tewas karena kekurangan oksigen dan terinjak-injak suporter lain.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang