Dari Tokyo diberitakan kurs yuan meningkat terhadap euro. Kurs satu euro anjlok dari 97,01 yuan menjadi 96,94 yuan. Di pasar valuta Tokyo, kurs euro terhadap dollar AS juga anjlok menjadi 1,2402 dollar AS, dari 1,2423 dollar AS per satu euro.
Kurs yen dan dollar AS anjlok karena keprihatinan pada keadaan di Yunani, Spanyol, dan juga Irlandia, yang terus-menerus dihadapkan pada masalah kehabisan dana untuk menggerakkan perekonomian. Para investor terus berlarian dari zona euro. Hal yang memperburuk keadaan adalah berita soal ekonomi Amerika Serikat yang tidak menggembirakan.
”Pasar sungguh gugup,” kata Minori Uchida, analis senior dari Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ. Jepang juga kesulitan dengan penguatan kurs yen karena kekhawatiran akan keadaan ekonomi yang memburuk di zona euro.
Jepang selalu gelisah setiap kali terjadi penguatan atau apresiasi yen terhadap euro dan dollar AS. ”Apresiasi yen tidak menggambarkan fondasi ekonomi yang sebenarnya,” kata Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda, di Tokyo.
Portugal juga menunjukkan keadaan yang tidak menggembirakan. Negara yang sudah mendapatkan dana talangan dari Dana Moneter Internasional (IMF), Uni Eropa, dan Bank Sentral Eropa (ECB) ini tak juga menunjukkan perbaikan. Portugal diberitakan terpaksa kembali menyuntikkan dana sebesar 6,65 miliar euro, setara 8,2 miliar dollar AS, ke bank swasta BCP dan BPI, bank milik Pemerintah Portugal, CGD.
Keadaan runyam di zona euro kini juga mulai mengimbas Rusia. Zona euro memiliki kedekatan ekonomi dengan Rusia. Kejatuhan ekonomi zona euro turut memengaruhi prospek ekonomi Rusia. Kurs rubel juga turut mengalami kejatuhan.
Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev, Sabtu (2/6), telah meminta Bank Sentral Rusia melakukan intervensi agar kejatuhan rubel tidak berlanjut. Pada tahun 2008, kurs rubel juga turut terpukul menyusul krisis ekonomi di AS.
Krisis ekonomi di zona euro juga turut menyebabkan kelanjutan kejatuhan harga minyak. Dalam perdagangan di Singapura, Senin, harga minyak jenis Brent North Sea turun menjadi 96,70 dollar AS per barrel. Harga minyak jenis West Texas Intermediate juga anjlok menjadi 81,64 dollar AS per barrel.
Kejatuhan harga minyak merupakan kabar gembira bagi negara-negara importir minyak. Akan tetapi, hal itu merupakan refleksi kelemahan ekonomi, yang juga melemahkan permintaan terhadap bahan bakar minyak.
”Pasar energi juga mengalami kemerosotan akibat kelesuan ekonomi di AS dan Eropa,” kata Justin Harper, ahli pasar komoditas dari IG Markets Singapore.
Kelesuan ekonomi diperparah oleh kondisi yang tidak kunjung beres. Pembicaraan tentang potensi keluarnya Yunani dari euro tetap marak. Menteri Keuangan Perancis Pierre Moscovici, Minggu (3/6), dalam beberapa pekan terakhir tetap mendukung posisi Yunani di zona euro.
Namun, pada hari Minggu Moscovici malah menyuarakan kepasrahan bahwa Yunani kemungkinan bisa saja keluar dari zona euro jika tidak mau mendisiplinkan perekonomian, antara lain dengan mengurangi pengeluaran pemerintah. Adalah defisit yang terakumulasi secara tahunan yang menyebabkan Yunani dibelenggu utang dan kini pada posisi tidak mampu lagi melanjutkan pembayaran bunga dan cicilan utang.
Para pemimpin dunia, khususnya zona euro, telah berkali-kali bertemu untuk membahas cara mengatasi krisis zona euro. Namun, sejauh ini sama sekali belum ada titik cerah soal solusi krisis.(REUTERS/AP/AFP/MON)