Biem Baru Sadar Ada Uang di Tabungan

Kompas.com - 07/06/2012, 02:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebagai syarat pencalonan sebagai wakil gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017, KPK memeriksa harta kekayaan Biem Benjamin, salah satu calon wakil gubernur independen yang berpasangan dengan calon gubernur Faisal Basri, Rabu (6/6/2012).

Dalam proses pemeriksaan, ada yang unik karena Biem baru menyadari memiliki simpanan di sebuah bank. Maklum saja karena jumlahnya kecil. Meski demikian, kekayaannya itu dicatat dalam laporan.

"Saya baru ingat ada uang di bank sebesar Rp 1,3 juta gara-gara KPK. Enggak begitu besar memang. Kalau besar, saya repot. Tapi intinya, datanya (KPK) detail sekali," tutur Biem pascapemeriksaan laporan harta kekayaannya di kantor Bens Radio di Jalan Jagakarsa Nomor 39, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (6/6/2012).

Biem mengaku sangat senang diperiksa oleh KPK terkait Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Hal ini dilakukan juga dalam upaya transparansi publik atas harta calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.

Pemeriksaan memakan waktu hingga tiga jam karena banyaknya usaha yang dia miliki.

"Ada usaha di beberapa daerah. Satu usaha satu PT Ribet juga sama wilayahnya, NJOP-nya berapa. Saya aja enggak tahu ada rekening di bank," kata Biem.

Semenjak awal tahun 1990, Biem telah memulai usaha di bidang media (radio) dan production house. Usaha yang digelutinya itu kini berkembang pesat.

Tercatat, Biem memiliki 13 stasiun radio yang tersebar di berbagai kota, seperti Serang, Cirebon, Kayu Agung (Sumatera Selatan), dan lain-lain.

"Insya Allah, akan dilaporkan terus sesuai dengan peraturan," ucap Biem.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau