JAKARTA, KOMPAS.com — Sebagai syarat pencalonan sebagai wakil gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017, KPK memeriksa harta kekayaan Biem Benjamin, salah satu calon wakil gubernur independen yang berpasangan dengan calon gubernur Faisal Basri, Rabu (6/6/2012).
Dalam proses pemeriksaan, ada yang unik karena Biem baru menyadari memiliki simpanan di sebuah bank. Maklum saja karena jumlahnya kecil. Meski demikian, kekayaannya itu dicatat dalam laporan.
"Saya baru ingat ada uang di bank sebesar Rp 1,3 juta gara-gara KPK. Enggak begitu besar memang. Kalau besar, saya repot. Tapi intinya, datanya (KPK) detail sekali," tutur Biem pascapemeriksaan laporan harta kekayaannya di kantor Bens Radio di Jalan Jagakarsa Nomor 39, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (6/6/2012).
Biem mengaku sangat senang diperiksa oleh KPK terkait Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Hal ini dilakukan juga dalam upaya transparansi publik atas harta calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.
Pemeriksaan memakan waktu hingga tiga jam karena banyaknya usaha yang dia miliki.
"Ada usaha di beberapa daerah. Satu usaha satu PT Ribet juga sama wilayahnya, NJOP-nya berapa. Saya aja enggak tahu ada rekening di bank," kata Biem.
Semenjak awal tahun 1990, Biem telah memulai usaha di bidang media (radio) dan production house. Usaha yang digelutinya itu kini berkembang pesat.
Tercatat, Biem memiliki 13 stasiun radio yang tersebar di berbagai kota, seperti Serang, Cirebon, Kayu Agung (Sumatera Selatan), dan lain-lain.
"Insya Allah, akan dilaporkan terus sesuai dengan peraturan," ucap Biem.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang