Jakarta 1

Alex-Nono Tidak Akan Boikot Pilkada

Kompas.com - 11/06/2012, 12:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Daftar pemilih tetap yang diumumkan Komisi Pemilihan Umum Provinsi DKI Jakarta terus mendulang protes dari seluruh pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, kecuali Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli. Kabar untuk memboikot pilkada tahun ini pun sempat mengemuka. Namun, pasangan Alex Noerdin-Nono Sampono mengungkapkan, pihaknya tidak akan menggagalkan pilkada. Hal ini diungkapkan oleh anggota tim sukses Alex-Nono dari Partai Golkar, Fatahillah Ramli.

"Tidak mungkin kami gagalkan pilkada, upaya itu jauh dari kami. Meski kami sedang dihadang masalah cukup serius terkait DPT ini, dari dulu kami terlatih sebagai petarung. Persoalan ini sudah sering kami hadapi," ucap Fatah.

Fatah menyadari bahwa selama ini banyak pihak yang mengira gerakan penolakan yang dilakukan oleh tim lima pasangan cagub-cawagub DKI dilakukan secara terencana, tetapi hal ini dibantah Fatah. "Kami tidak pernah melakukan pertemuan untuk menggagalkan pemilu. Banyak yang mengira kami telah melakukan urun rembuk, padahal tidak. Mungkin karena gerakannya sama," papar Fatah.

Fatah mengungkapkan, pihaknya tetap akan melakukan upaya hukum untuk memperbaiki DPT yang dinilai memiliki banyak data identik. Sikap KPU DKI dalam memutuskan DPT itu juga dianggap sebuah upaya memutuskan sepihak (beschiking) atau memaksakan sepihak (verstek). Upaya yang selanjutnya akan dilakukan oleh tim adalah melaporkan semua temuan tim sukses di lapangan setelah mencocokkannya dengan salinan DPT yang baru diterima kepada Panwaslu DKI.

"Kami optimistis, jika nantinya dimajukan ke Mahkamah Konstitusi dengan bukti-bukti yang ada, bisa diperbaiki DPT itu. Kami yakin waktunya cukup karena persidangan MK hanya memakan waktu 14 hari," kata Fatah.

Kisruh soal DPT ini berawal dari rapat pleno KPU DKI Jakarta yang mengumumkan DPT pada 2 Juni 2012, yakni 6.983.692 orang dengan jumlah TPS 15.059 yang tersebar di enam wilayah di Jakarta. Dari enam tim sukses, hanya tim pasangan Foke-Nara yang menyetujui penetapan DPT tersebut, sementara lima lainnya menyatakan menolak. Penolakan tersebut terjadi karena tim sukses Jokowi-Ahok dan Hidayat-Didik menemukan sejumlah daftar pemilih yang berpotensi ganda. Tim Hidayat menemukan 44.696, sementara tim Jokowi-Ahok menemukan sekitar 175.000.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau