Proyek bendungan

Pemerintah Belum Tuntas Relokasi Lahan Waduk Jatigede

Kompas.com - 11/06/2012, 13:48 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com — Pemerintah Provinsi Jawa Barat hingga kini belum merampungkan relokasi warga yang tinggal di daerah calon genangan Waduk Jatigede di Sumedang. Masih ada dua kelompok penerima ganti rugi yang harus ditangani pemerintah.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Perencanaan Daerah Pemprov Jabar Deny Juanda di Bandung, Senin (11/6/2012). Waduk Jatigede adalah proyek yang diwacanakan sejak 50 tahun lalu, tetapi baru terlaksana empat tahun terakhir ini.

Deny menjelaskan, kelompok pertama adalah masyarakat yang diberi ganti rugi melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 1975, yang mengganti tanah berikut rumah, fasilitas umum dan sosial, berikut jatah hidup setahun. Kelompok ini sudah lama menerima uang ganti rugi, tetapi kembali menetap di tempat semula.

Kelompok kedua adalah warga yang menerima ganti rugi setiap komponen harta mereka, misalnya rumah dan tanaman. Kelompok tersebut mengaku sudah menerima uang ganti rugi setelah tahun 2001, tetapi tidak mampu untuk pindah.

"Kami juga kebingungan untuk membantu mereka. Pemprov Jabar siap dengan dananya, tapi tidak bisa dikucurkan karena bertentangan dengan peraturan yang berlaku," kata Deny.

Oleh karena itu, saat ini tengah berlangsung rapat di Direktorat Jenderal Kementerian Keuangan guna membahas alokasi yang dikucurkan untuk pembangunan Waduk Jatigede.

Jadwal pembangunan Waduk Jatigede adalah, sampai dengan Juni 2013, pembebasan lahan sudah harus selesai. Lalu, Juni-September 2013 adalah persiapan menggenangi lahan. Pada September 2013, lahan mulai digenangi dan diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau