Awas, Obat Pelangsing 'Bodong' Beredar Luas

Kompas.com - 11/06/2012, 21:16 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Jangan gampang membeli obat pelangsing. Di Surabaya, polisi berhasil mengungkap penjualan obat pelangsing "bodong" alias tanpa izin edar dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Tentunya, tidak ada jaminan keamanan dan kesehatan bagi yang konsumen produk obat tersebut.

Obat-obatan tersebut disita dari tujuh toko yang biasa beroperasi di beberapa ruas jalan di antaranya di Jalan Arjuno, Jalan Padmosusatro, Jalan Barata Jaya, Jalan Jagir Wonokromo, Jalan Kertajaya dan di Jalan Wonokromo. "Obat-obatan itu dijual bebas tanpa resep dokter," kata Kepala sub Bagian Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Suparti, Senin (11/6/2012).

Barang bukti yang diamankan di antaranya bermerek Nangen, Lida, Meizatang dan Fruit Plant. Obat-obatan tersebut dijual dengan harga yang relatif murah, berkisar antara Rp 10.000 - Rp 100.000 per bungkusnya.

Selain menyita obat pelangsing, polisi juga menyita beberapa obat kuat dan obat perangsang yang juga tanpa izin edar dari BPOM. "Padahal obat-obatan itu cukup keras, bahkan dapat mengancam nyawa tubuh konsumen yang tidak kuat," jelasnya.

Obat kuat bentuk kapsul, krim, dan minyak oles itu di antaranya bermerk Cangyingfen, Potenzholz dan sex drops; obat kuat merk Viagra, Cialis, Procomil Spray, Levitra, VG Tian, Africa Black, Stud, dan minyak oles penis merk Cobra. "Menurut keterangan penjual, obat-obatan tersebut diperolehnya dari seorang pemasok asal Semarang Jawa Tengah, dan katanya merupakan produk impor," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau