Tenis perancis terbuka

Catatan Tinta Emas Rafael Nadal di Roland Garros

Kompas.com - 12/06/2012, 05:28 WIB

paris, Senin - Banyak momen pada olahraga, cabang apa pun, yang menjadi ingatan sepanjang masa. Final Perancis Terbuka 2012 adalah salah satu penciptaan sejarah monumental tatkala dua petenis terbaik pada masanya bertemu kemudian pemenangnya dikenang sebagai legenda dengan catatan tinta emas sejarah.

Novak Djokovic boleh-boleh saja menjadi juara di Wimbledon (2011), AS Terbuka (2011), dan Australia Terbuka (2012) secara berturut-turut mengalahkan Rafael Nadal yang harus puas bertengger di posisi kedua selama tiga kali. Namun, di lapangan tanah liat Roland Garros, Perancis Terbuka, Senin (11/6), Nadal membuktikan dia adalah rajanya.

Pada pertandingan mendebarkan selama empat set, dengan dua kali penundaan akibat hujan dan cuaca terlalu gelap, Nadal mengungguli Djokovic 6-4, 6-3, 2-6, 7-5.

Kemenangan tersebut menahbiskan Nadal sebagai satu-satunya petenis yang paling banyak merebut gelar di Roland Garros sejak 1928. Turnamen tenis Perancis sebenarnya dimulai tahun 1891, tetapi fasilitas Roland Garros mulai dipakai sejak 1928.

Pencapaian gelar tersebut melebihi pencapaian Bjorn Borg ”si manusia es”, petenis legendaris asal Swedia yang hanya mampu meraih enam gelar pada 1974, 1975, 1978, 1979, 1980, dan 1981.

Mulai 11 Juni 2012, buku-buku sejarah yang mencatat nama Borg harus direvisi untuk digantikan dengan nama Nadal. Entah kapan sejarah itu akan disamakan atau dilampaui petenis lain. Besar kemungkinan, sepuluh sampai dua puluh tahun mendatang gelar itu akan tersimpan rapi di lemari Nadal.

Nadal baru dapat mengalahkan rekor Borg setelah berlalu selama 31 tahun. ”Ini adalah sebuah kehormatan dan merupakan pertandingan terpenting serta terbesar di mata saya,” kata Nadal saat upacara pemenang.

Sebaliknya, Djokovic harus mengakui catatan sejarahnya masih harus menunggu. Gelar empat grand slam berturut-turut yang diimpikannya, seperti pencapaian Rod Laver—petenis Australia tahun 1969—harus dipadamkan sementara. Istilah grand slam mengacu pada keberhasilan petenis memenangi empat turnamen akbar (yang dilabeli oleh Federasi Tenis Internasional dengan grand slam) beruntun dalam semusim.

”Ini momen yang tidak terlupakan karena banyak luapan emosi. Merupakan kehormatan buat saya dapat bermain dengan salah satu pemain terbaik dunia. Selamat kepada Rafa (panggilan akrab Nadal) dan timnya yang telah meraih tambahan gelar. Dia adalah pemain besar. Saya berharap dapat kembali tahun depan untuk melakukan yang lebih baik lagi,” kata Djokovic.

Minggu lalu, pertandingan sempat dihentikan selama dua kali. Saat permainannya mulai meningkat pada set keempat, Djokovic harus menerima penundaan akibat cuaca gelap di posisi angka 4-6, 3-6, 6-2, 2-1.

Djokovic kecewa akan situasi itu karena dia merasa dapat memaksakan pertandingan menjadi lima set.

”Kondisi pertandingan kurang baik. Namun, itu bukan alasan mengapa saya kalah,” ujar Djokovic.

Di balik itu, sejarah juga mencatat final Perancis Terbuka kemarin, untuk pertama kalinya selama 39 tahun, tidak selesai pada hari Minggu akibat hujan.

(AP/AFP/SAH)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau