Pengantar Redaksi
Usia grup musik d’Masiv memasuki sembilan tahun. Anggotanya terdiri atas anak-anak muda yang berusia di bawah 30 tahun. Namun, lagu-lagunya dinikmati semua kalangan umur, mulai dari anak-anak sampai orang tua. Adalah lagu berjudul ”Jangan Menyerah” yang membawa kelompok itu menjadi amat terkenal. Rian, vokalis d’Masiv, menciptakan lagu itu dalam waktu kurang dari 10 menit setelah terinspirasi oleh sikap pantang menyerah yang ditunjukkan anak-anak penderita kanker di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta.
Sekalipun ada kalangan menuduh sebagian lagu-lagu d’Masiv jiplakan dari lagu mancanegara, fakta menunjukkan, masyarakat—terutama Masivers (sebutan bagi penggemar d’Masiv)—menggemari karya anak-anak muda tersebut.
Kesuksesan d’Masiv tak dicapai dengan mudah. Kelompok yang anggotanya tinggal berdekatan di kawasan Ciledug, Kota Tangerang, Banten, itu memulai langkah dengan mengikuti perlombaan musik. Semula kekalahan demi kekalahan harus mereka terima. Berkat latihan dan kerja keras, para anggota d’Masiv memetik kemenangan dan kesuksesan seperti kini.
D’Masiv lahir dari ajang pencarian bakat. Banyak band yang tidak bertahan disebabkan banyak hal. Bagaimana kalian menjaga kekompakan agar d’Masiv bisa menjadi band yang melegenda?
(Samuel, Jakarta)
Cara menjaga kekompakan adalah harus ada saling pengertian sesama personal. Harus saling menjaga perasaan satu sama lain. Kalau ada masalah, harus segera diselesaikan dan jangan dipendam-pendam. Harus selalu ingat masa-masa perjuangan. Jadi, prinsipnya susah bareng-bareng, senang juga bareng-bareng. Kami juga harus selalu menyamakan visi dan misi band agar bisa mencapai cita-cita kami menjadi band legenda. Amiin....
Perjuangan apa yang paling bikin kalian nge-down banget. Bahkan bisa sampai bikin kalian putus asa? Kenapa selalu Kak Rian yang bikin lagu? Ditunggu nih lagu buatan Kak Wahyu. Mengapa kalau tampil on air enggak sekeren off air?
(Sita Nariswari,
Perjuangan kami memang berat dan banyak sekali rintangan. Tetapi, kami tidak pernah sampai putus asa. Kebersamaan kami yang membuat kami kuat dan mampu untuk melewati itu semua. Kami pernah terdampar di Surabaya selama dua minggu. Itu momen luar biasa yang membuat d’Masiv semakin solid. Sebenarnya semua bikin lagu, tetapi memang kebetulan lagu Rian yang banyak terpilih untuk masuk ke album. Memang, saat ini Rian paling produktif membuat lagu.
Semoga di album selanjutnya ada lagu-lagu Wahyu, Kiki, Rama, dan Rai. Amiin.
Penampilan
D’Masiv sering dianggap plagiator karena lagu-lagunya banyak yang mirip lagu asing. Bagaimana kalian meyakinkan fans yang sempat kecewa karena hal itu?
(Denni Retnani, Perum Sari
Anggapan itu kami jadikan kritik yang sangat membangun. Kami sama sekali tidak berniat untuk plagiat. Setiap orang atau musisi pasti terinspirasi dari apa yang ia lihat, dengar, dan rasakan.
Pembuatan lagu juga butuh proses yang panjang, pemikiran yang panjang, latihan, dan pelatihan. Jadi, tidak semudah seperti hanya menjiplak saja. Ide-ide keluar pada saat
Halo d’Masiv, apakah kalian sempat menghindari media karena merasa terganggu dengan pemberitaan tentang tuduhan menjadi plagiator lagu musisi dunia? Lagu d’Masiv mana yang menjadi favorit kalian? Apakah lagu-lagu tersebut memiliki makna tersendiri bagi kalian?
(Prawatya EP, Jatibening II, Bekasi)
Kami sama sekali tidak pernah menghindari media untuk menjawab pertanyaan ini. Ini kami jadikan sebagai kritik yang sangat membangun dan membuat kami jadi lebih baik lagi. Lagu paling favorit yang menjadi penyemangat kami pada saat kami merasa terpukul adalah ”Jangan Menyerah”. Lagu itu sangat memberikan semangat dan pengaruh positif bagi kami.
Apa maksud di balik judul album yang seperti ada pattern-nya Perubahan-Perjalanan-Persiapan? Apakah sebuah trilogi?
(Khanifudin Efendi, Yogyakarta)
Kami menamakan judul album memang sesuai dengan harapan dan doa kami. Ternyata malah bisa seperti konsep dan berkesinambungan. Perubahan ke arah yang lebih baik, perjalanan ke tempat yang lebih indah, persiapan menuju perubahan, dan perjalanan lebih baik dan indah seperti yang kami impikan. Amin
Sebagai sebuah band yang cukup banyak digandrungi oleh anak muda, ada enggak sih keinginan d’Masiv untuk memasukkan unsur musik tradisional ke dalam musik kalian supaya anak muda enggak lupa dengan budaya sendiri?
(Dista Kristanto, kxxx@yahoo.com)
Sebenarnya di album pertama d’Masiv berjudul
Apa judul lagu andalan d’Masiv pada album berjudul Persiapan? Kapan tur ke Banjarmasin?
(Haris Sudirman,
Singel pertama ”Natural”, singel kedua rencananya berjudul ”Aku Kehilanganmu” atau ”Pergilah Kasih”. Kalau disuruh memilih mana yang andalan, kami benar-benar bingung karena kami rasa semua lagu bisa jadi andalan. He-he-he....
Semoga bisa secepatnya ya datang ke Banjarmasin. Kami juga kangen sudah lama enggak manggung ke sana.
Hai d’Masiv, apa yang melatarbelakangi kalian memilih meng-cover version lagu ”Pergilah Kasih” dari Chrisye di album terbaru Persiapan?
(Nisa Kinannti,
Lagu ”Pergilah Kasih” ini adalah lagu yang paling terakhir masuk di album
Lagu itu juga sangat familier di telinga kami. Sebuah kebanggaan dan kehormatan bagi kami diberi kepercayaan meng-
Saya salah satu Masivers, fans kalian kan sudah ribuan di Indonesia. Menurut kalian, fans itu apa sih? Ada enggak sifat fans yang menyebalkan? Kapan kalian bikin lagu untuk Masivers?
(Tristan Dwi Putra,
Fans itu ibarat darah dalam tubuh. Kalau tidak ada darah, tubuh akan mati. Begitu juga d’Masiv. Masivers yang membuat kami hidup. Apa pun tingkah laku fans, kami tidak pernah merasa sebal atau terganggu, kami sangat mengapresiasi itu sebagai bentuk kecintaan mereka terhadap kami.
Lagu ”Nyaman” yang ada di album ketiga adalah lagu yang pas untuk dipersembahkan kepada Masivers. ”
Bagaimana cara kalian untuk terus berupaya bertahan dalam dunia musik sebab lagu-lagu yang mendapat sambutan dari masyarakat itu belum tentu merupakan jaminan untuk bertahan di dunia musik.
(Angellya Tri Yuliana,
Cara untuk terus bertahan adalah dengan tidak berhenti berkarya dan selalu membuat lagu yang bisa dirasakan oleh orang banyak, bisa memberikan pengaruh positif untuk orang yang mendengarkan.
Sampai sejauh ini siapakah yang paling berpengaruh bagi personel d’Masiv? Bagaimana cara d’Masiv agar tetap eksis di belantika musik Tanah Air, khususnya untuk para penggemar d’Masiv agar tetap menjadi pencinta setia?
(Muhammad Ilham Sembiring,
Yang paling berpengaruh tentunya keluarga kami yang selalu mendukung dan mendoakan kami. Yang pasti, Masivers adalah penyemangat dan nyawa kami. Tanpa mereka, kami tidak akan menjadi apa-apa. Terima kasih, Masivers.
Cara agar tetap eksis adalah jangan berhenti berkarya. Terus berkarya untuk Masivers. Dan, sebisa mungkin selalu dekat dengan Masivers. Karena Masivers adalah yang selalu beli album d’Masiv yang asli bukan yang bajakan.
Salah satu lagu kalian yang sampai sekarang saya kenang adalah ”Jangan Menyerah”. Dari mana sih inspirasi lagu itu?
(Ujang Sarwono,
Lagu itu terinspirasi dari anak-anak penderita kanker pada sebuah acara di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta. Sepulangnya dari acara itu, Rian langsung bikin lagu ”Jangan Menyerah” karena sangat tersentuh anak-anak yang sedang menderita sakit itu. Di antara mereka bahkan ada yang sudah divonis umurnya tidak lama lagi, tetapi mereka masih bisa tersenyum dan sama sekali tidak merasa sakit itu sebagai beban.
Oleh karena itu, kami yang diberikan kesehatan dan masih lebih beruntung dari mereka tidak boleh mengeluh dengan keadaan. Jadi, apa pun keadaan kita harusnya kita selalu bersyukur dan melakukan hal yang terbaik. Lagu tersebut dibuat tidak lebih dari 10 menit.
Saya seorang Masivers sejati. Saya ingin tahu sejak grup band d’Masiv dibentuk, apa aliran musik kalian awalnya belum diiringi keyboard sehingga sekarang harus memakai pemain keyboard tambahan?
(Al Amri, Binjai, Sumatera Utara)
Kami berusaha untuk selalu jujur dalam bermusik. Dari dulu kami memang diiringi
Kakak-kakak d’Masiv, siapa sih yang membantu mendandani, baik make up, rambut, wajah, ataupun baju-baju kakak, terutama untuk manggung. Punya tim khusus enggak?
(Rosa,
Kalau
Untuk baju
Saya dengar, anggota d’Masiv belum ada yang melanjutkan kuliah, benar enggak sih. Mengapa pada enggak mau kuliah, lalu apakah Rian dan kawan-kawan sudah menetapkan menjadikan musik untuk mencari penghasilan?
(Yuni, Tembalang, Semarang)
Iya, kebetulan kami semua setelah lulus SMA belum pernah merasakan bangku kuliah karena kami ingin fokus
Kami main musik sesuai dengan apa isi hati kami. Kalau memang musik itu bisa menghasilkan, penghasilan itu adalah bonus dan hadiah dari keseriusan dan kerja keras kami di musik.
Siapa saja sih pacar kakak-kakak anggota d’Masiv, soalnya enggak pernah ditayangkan di acara gosip teve. Cerita dong.
(Ade, Madiun, Jawa Timur)
Kalau Wahyu, jelas sudah punya istri dan anak he-he-he. Kalau yang lain,