Bogor Tertarik Bangun APTB

Kompas.com - 13/06/2012, 03:28 WIB

Bogor, kompas - Perusahaan Daerah Jasa Transportasi, pengelola bus transpakuan di Kota Bogor, tertarik menyediakan jasa pelayanan angkutan perbatasan Bogor-Jakarta. Saat ini rencana itu masih dikaji untuk mencari bentuk kerja sama terbaik sekaligus menunggu proses perizinan.

Menurut Direktur Operasional Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) Kota Bogor Tri Handoyo, Selasa (12/6), pihaknya sudah membicarakan hal itu dengan Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) Kota Bogor agar bus dari Bogor terhubung dengan jaringan bus transjakarta.

”Kami sedang mengkaji bagaimana bentuk kerja sama dengan pemilik bus lainnya, apakah dalam bentuk konsorsium di bawah naungan transpakuan atau bentuk lain? Untuk perizinan, DLLAJ Kota Bogor yang mendekati Jakarta,” ujar Tri.

Pihaknya perlu bekerja sama dengan pemilik bus lain untuk melayani angkutan perbatasan agar jumlah bus tidak semakin banyak dan menjadi sumber kemacetan baru di Kota Bogor. Tri mengaku animo terhadap angkutan perbatasan akan tinggi karena cukup banyak pekerja komuter Bogor-Jakarta.

Kepala DLLAJ Kota Bogor Suharto mengaku, pihaknya masih menunggu respons dari Pemprov DKI Jakarta dan izin karena lintas provinsi. Saat ini belum ada perkembangan signifikan atas pengajuan koneksi kendaraan perbatasan sejak pihaknya mengajukan pada tahun 2009.

Tri menambahkan, sambil menunggu kerja sama itu, dia juga akan fokus pada pengembangan transpakuan untuk menggaet pengguna kendaraan pribadi. Data tahun 2008 menunjukkan, jumlah penumpang yang diangkut dalam satu bulan rata-rata 68.706 penumpang, tahun 2011 85.689 penumpang, dan pada Januari-Mei 2012 rata-rata 116.718 penumpang per bulan.

Bus transpakuan melayani tiga koridor dengan jumlah bus 30 unit dan 92 pemberhentian. Dalam waktu dekat, transpakuan akan melayani rute tengah hingga Stasiun Bogor.

Siap beroperasi

Terminal Kalideres, Jakarta Barat, siap menyongsong pengoperasian buslane dari Terminal Poris Plawad, Tangerang. Kepala Terminal Bus Antarkota Antarprovinsi Kalideres Hengky Sitorus, Selasa, mengatakan, pihaknya tengah mempersiapkan semua yang diperlukan untuk operasi buslane.

”Memang tidak dipersiapkan lahan khusus karena buslane itu nantinya akan berhenti di halte bus transjakarta di dalam terminal. Penumpang buslane yang turun bisa langsung naik bus transjakarta ke tujuan berikutnya,” kata Hengky.

Buslane tidak memakan tempat karena langsung masuk ke jalur bus transjakarta, menurunkan penumpang di halte, dan berangkat kembali. Namun, pihaknya belum mengetahui jarak kedatangan dan keberangkatan antar-angkutan buslane.

Rencananya buslane dioperasikan pada 20 Juni. Ada 10 unit bus yang akan dioperasikan di jalur sepanjang 12 kilometer. Satu bus, ujar Hengky, berkapasitas 85 orang seperti bus transjakarta.

Hengky menegaskan, keberadaan buslane bukan untuk mengambil penumpang angkutan kota. Sasarannya adalah pengguna mobil pribadi dan sepeda motor.

Menurut Sekretaris Dinas Pehubungan Kota Tangerang Fatculhadi, pengoperasian buslane diharapkan menjadi pilihan angkutan massal di daerah penyangga lainnya, yaitu Bogor, Depok, Bekasi, dan Tangerang Selatan. Kehadiran buslane tak hanya mengatasi kemacetan, tetapi juga menjadi titik awal penataan angkutan umum.

”Setelah kehadiran buslane, angkutan umum yang bersinggungan dan angkutan umum lainnya tetap hidup serta bisa menjadi angkutan pengumpan. Secara otomatis, terjadi restrukturisasi angkutan umum,” papar Fatculhadi.

Pengamat transportasi Ellen Tangkudung mengatakan, pengadaan bus pengumpan di kota sekitar Jakarta merupakan langkah baik untuk menyediakan transportasi publik bagi para komuter. ”Angkutan pengumpan ini merupakan angkutan point to point, dari satu titik ke titik lain, dan tidak berhenti di tengah jalan. Dengan begitu, angkutan ini tidak mengganggu angkutan lain yang sudah ada,” ujar Ellen.

Di sisi lain, angkutan pengumpan yang memudahkan warga untuk melanjutkan perjalanan dengan bus transjakarta seharusnya bisa mendorong pengurangan penggunaan kendaraan pribadi dari daerah sekitar masuk ke Jakarta. Apabila angkutan ini bisa terjadwal dan memberikan kepastian waktu perjalanan, warga akan beralih ke moda transportasi ini.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono mengatakan, pekan depan pihaknya akan mengubah arus lalu lintas mulai dari Jalan Pluit Indah, Pluit Karang, Jalan Pluit Karang Barat, Jalan Pluit Karang Utara, hingga Pluit Permai. ”Arus lalu lintas di jalan itu akan menjadi satu arah. Diharapkan kemacetan yang selalu terjadi di kawasan ini akan terurai,” katanya.

(FRO/ART/GAL/PIN/ARN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau