LVIV, KOMPAS.com - Silvestre Varela baru bermain dua menit ketika Fabio Coentrao melepaskan umpan ke kotak penalti. Cristiano Ronaldo gagal menjangkau bola itu dan Varela mengejarnya. Tendangan pertamanya luput dan Varela menyepak lagi dengan kaki kanan. Bola lurus ke gawang dan berbuah gol ketiga bagi Portugal.
Para pemain Portugal bersorak dan langsung mengerumuni, memeluk, dan menindih penyerang FC Porto itu. Gol di menit ke-87 itu menghidupkan lagi asa tim Portugal untuk lolos ke delapan besar.
Gol Varela membuat Portugal menang 3-2 atas Denmark dalam laga kedua Grup B, Rabu (13/6) di Lviv, Ukraina. Pemain yang baru masuk di menit ke-85 untuk menggantikan Raul Meireles itu langsung menjadi pahlawan karena membuat Portugal mendapatkan tiga angka, sama seperti Denmark.
Portugal yang memang membutuhkan kemenangan untuk menjaga peluang lolos dari penyisihan grup langsung mengambil inisiatif serangan. Berulang kali Nani dan Ronaldo mendapat umpan lambung dan umpan terobosan, tetapi ketatnya penjagaan yang dilakukan Simon dan Jakob Poulsen, serta Daniel Agger dan Simon Kjaer, membuat Ronaldo dan Nani gagal mencetak gol.
Petaka bagi Denmark terjadi pada menit ke-24 ketika Joao Moutinho melepaskan sepak pojok. Nani yang akan menyambut umpan itu ditempel oleh Agger dan Simon Poulsen.
Tiba-tiba, Pepe lari mendahului Nani dan menanduk bola ke sisi kanan gawang, mirip saat Andriy Shevchenko mencetak gol kedua ke gawang Swedia. William Kvist yang berada di tiang dekat gagal menghalau bola dengan tandukannya dan skor berubah menjadi 1-0 bagi Portugal.
Sebelas menit kemudian, Nani dari sisi kanan melepaskan umpan kepada Helder Postiga yang berdiri bebas di kotak penalti. Tanpa mengontrol bola, Postiga langsung menendang ke arah gawang dan kiper Stephan Andersen gagal menghalaunya.
Sorakan pendukung Portugal meledak karena tim mereka unggul 2-0. Gol Postiga itu menepis tudingan mandulnya para penyerang ”Seleccao” Eropa.
Permainan Denmark menjadi lebih ofensif sesudah tertinggal dua gol. Aliran bola ke Christian Eriksen dan Nicklas Bendtner tidak hanya dipasok para gelandang, tetapi juga para bek sayap yang berani maju.
Usaha Denmark untuk membalas terwujud pada menit ke-41. Michael Krohn-Dehli yang berada di sisi kanan gawang Portugal menanduk umpan dari luar kotak penalti dan mengarahkannya ke depan gawang. Bendtner langsung terbang dan menanduk umpan itu untuk menggetarkan gawang Portugal dan mengubah skor menjadi 2-1.
Di babak kedua, masuknya Tobias Mikkelsen menggantikan Dennis Rommedahl membuat aliran serangan Denmark semakin deras. Dengan semangat ”Viking Tanpa rasa Takut”, Denmark terus menyerang dan sukses menyamakan skor di menit ke-80.
Berawal dari umpan silang dari sayap kanan Denmark, Bendtner kembali menyundul bola untuk menundukkan kiper Rui Patricio dan membuat skor kembali imbang 2-2. Varela akhirnya muncul sebagai pahlawan dengan mencetak gol ketiga bagi Portugal.
”Ada perasaan mengerikan ketika kalah di waktu sesempit itu. Mereka sedikit lebih baik dan kami kurang beruntung,” kata Morten Olsen, Pelatih Denmark.
Ronaldo mandul
Portugal berpeluang menang lebih besar jika Ronaldo tidak mandul di laga ini. Pemain bernomor tujuh itu mendapat setidaknya tiga peluang emas, di menit ke-17, ke-49, dan ke-77, tetapi tidak berbuah gol.
Pada kedua peluang emas terakhir, Ronaldo tinggal berhadapan dengan kiper Andersen. Namun, tendangan Ronaldo selalu melenceng ke sisi kiri gawang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang