Ijazah palsu

Pemalsu Ijazah Buka Perkuliahan Ilegal di Malang

Kompas.com - 14/06/2012, 14:43 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Pelaku praktik pemalsuan ijazah sarjana ternyata juga membuka kelas kuliah di sebuah tempat di kawasan Malang, Jawa Timur. Proses kuliah itu sebagai salah satu pilihan syarat memperoleh ijazah palsu. 

Polisi menyebut praktik kuliah di lokasi dekat dengan tempat tinggal tersangka itu ilegal.

''Praktik itu juga mendatangkan beberapa dosen, dan jelas-jelas ilegal karena untuk mendapatkan ijazah palsu,'' kata Kanit II Haki, Subdit I Ekonomi Ditreskrimsus Polda Jatim, Kompol Andy Arisandi, Kamis (14/6/2012).

Karena alasan penyidikan, Andy belum dapat menyebut lokasi kuliah yang dimaksud. Namun, Andy mengatakan bahwa proses kuliah itu jelas tidak sama dengan proses kuliah di perguruan tinggi pada umumnya.

''Prosesnya singkat, tapi juga ada kewajiban skripsinya,'' tambah Andy.

Saat ini polisi belum dapat mengungkap harga ijazah jika masih mengikuti proses kuliah singkat tersebut. Polisi masih melakukan pendalaman penyidikan.

Seperti diberitakan sebelumnya, ijazah palsu untuk S-1 dan akta IV dibanderol Rp 12,5 juta, sedangkan untuk S-2 seharga 20 juta, dan S-3 dijual Rp 70 juta. Pelaku utama pemalsuan ijazah sudah ditangkap jajaran Ditreskrimsus Polda Jatim, akhir Mei lalu, di Jalan Hasanudin, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Pelaku bernama Sucipto (48), warga Jalan Hasanudin, Malang, itu mengaku jebolan salah satu PTS di Surabaya dan meraih gelar Magister Manajemen. Dalam penangkapan tersangka, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti berupa form ijazah palsu dari berbagai program sarjana Universitas Merdeka Malang, Universitas Dr Soetomo Surabaya, dan Universitas Darul Ulum Jombang, stempel masing-masing PTS dan fakultasnya, peralatan cetak seperti tinta, komputer dan printer, dan beberapa skripsi mahasiswa. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau