Menkes: Masyarakat Indonesia Harus Mencintai Kesehatannya

Kompas.com - 14/06/2012, 17:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi mengimbau masyarakat Indonesia untuk mencintai kesehatan mulai saat ini. Menurutnya selama ini, masyarakat cenderung menaruh harapan kesehatannya pada pemerintah, tapi tidak banyak yang berusaha untuk mencegah penyakit datang.

"Setiap orang harus katakan kesehatan saya adalah harta saya, tanggung jawab saya. Sehat adalah hak kita. Kita adalah masyarakat yang sehat. Ini adalah kementerian kesehatan, bukan kementerian kesakitan, kita harus menjaga kesehatan kita lebih baik mencegah sakit kan," kata Nafsiah di Istana Negara, Jakarta, Kamis (14/6/2012).

Dokter spesialis anak ini baru saja dilantik Presiden Yudhoyono hari ini. Menurutnya beberapa pesan Presiden yang harus ia jalankan adalah memperbaiki pelayanan kepada masyarakat dan jaminan kesehatan sosial. Selain itu, Presiden juga meminta melanjutkan program Millenium Development Goals (MDGs), seperti mengurangi jumlah kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu anak serta memerangi HIV/AIDS.

"Indonesia negara yang sangat besar, kita harus prioritaskan. Tentu saja harus saya bahas dengan teman-teman di Kementerian Kesehatan sendiri, apa yang sudah direncanakan, termasuk dari program bu Endang dulu, dan prioritas beberapa tahun ke depan," terang Nafsiah.

Ia juga menyatakan bahwa nantinya anggaran Jaminan Kesehatan Masyarakat harus diprioritaskan pada promosi kesehatan dan pencegahan, bukan sekadar anggaran pengobatan bagi yang sakit. "Promosi hidup sehat dan pencegahan lebih murah daripada pengobatan. Kalau pengobatan akan tersedot di situ semua anggarannya, tidak mungkin cukup untuk penghobatan. Lebih baik kita mencegah sakit," tegasnya.

Terakhir, Nafsiah meminta masyarakat dan media massa untuk mendukung kerjanya selama menjabat sebagai Menkes, agar ia dapat memajukan kesehatan masyarakat Indonesia. "Kesempatan ini tentu adalah berkat untuk saya di mana mungkin saja di dalam waktu dua tahun saya bisa berbuat lebih baik untuk kesehatan masyarakat," tutur Nafsiah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau