Inggris Vs Swedia: Upaya Keluar dari Kurungan

Kompas.com - 15/06/2012, 10:56 WIB

KOMPAS.com - Awan mendung yang menggelayuti wajah-wajah pemain Swedia setelah kalah 1-2 dari Ukraina lenyap. Senyum Pelatih Erik Hamren merekah saat muncul di Stadion Dynamo Kiev untuk berlatih, Rabu (13/6). Ribuan pendukung tim ”Biru-Kuning” melambai- lambaikan tangan dan bertepuk tangan untuk sang kapten, Zlatan Ibrahimovic. Beberapa di antaranya menari riang.

Ribuan penonton itu seolah ingin berkata, ”Lupakan yang lalu, tatap ke depan.” Mereka datang untuk memberikan suntikan semangat kepada tim ”Blagult”, yang akan menghadapi Inggris pada laga kedua di Grup D, Sabtu (16/6) dini hari WIB. Ibrahimovic menyambut sapaan mereka dengan memimpin tim berlari mengelilingi lapangan.

”Kami berharap menang melawan Inggris. Kami butuh energi positif dari mereka, terima kasih,” kata Hamren.

Ibrahimovic lebih banyak duduk di sesi latihan itu demi menjaga cedera kakinya tidak bertambah parah. ”Ya, ia cedera saat melawan Ukraina, tetapi sama sekali tidak masalah untuk melawan Inggris,” kata juru bicara tim, Hans Hultman.

Di antara kerumunan pendukung itu ada pula eks pemain Glenn Hysen, yang merasa optimistis Swedia bisa mengatasi Inggris. Keyakinan Hysen ini masuk akal mengingat Inggris belum pernah mengalahkan Swedia di Piala Eropa dan Piala Dunia. Unggulnya Inggris 1-0 atas Swedia di Wembley, November 2011, adalah kemenangan pertama Inggris sejak 43 tahun lalu. Dalam tiga kali perjumpaan di Piala Eropa, Inggris kalah dua kali dan sisanya seri.

Fakta lain, dari total 21 pertemuan, Inggris dan Swedia pernah saling mengalahkan enam kali dan sembilan pertemuan lainnya berakhir imbang. Di Piala Eropa, momen yang bisa jadi paling menyebalkan bagi Inggris adalah ketika dikalahkan Swedia, 1-2, di babak penyisihan grup Piala Eropa 1992 di Solna, Swedia. Saat itu, Thomas Brolin mencetak gol spektakuler menjelang akhir laga, memberikan jalan kepada tuan rumah hingga semifinal.

Maka, apa yang perlu dicemaskan Ibrahimovic dan kawan-kawan untuk melawan Inggris, yang bahkan bermain buruk saat melawan Perancis? ”Tentu pertandingan akan berlangsung ketat. Saya ingin melihat para pemain menunjukkan spirit bertarung nantinya (setelah kekalahan melawan Ukraina). Ada (Pontus) Wernbloom dan Jonas Olsson di tim. Jika mereka bisa menguasai bola, saya yakin lawan bisa diatasi,” kata Hysen.

Eks Presiden UEFA Lennart Johansson kembali menyatakan rasa sukacitanya karena Swedia lolos ke putaran final Piala Eropa 2012. Bagi dia, negara-negara seperti Swedia selalu tidak gampang mempertahankan tanahnya melawan negara yang lebih besar. ”Akan tetapi, telah lama sekali sejak Inggris mengalahkan kami, jadi kami berharap itu tidak terjadi Jumat nanti,” katanya.

Lebih terbuka

Melawan Swedia, Inggris akan menerapkan strategi permainan yang lebih terbuka. Menurut pemain Manchester United, Danny Welbeck, permainan terbuka akan lebih menguntungkan Inggris. Banyak orang mengkritik laga melawan Perancis yang berakhir imbang 1-1, dan strategi memang harus diubah.

”Dari perspektif netral, laga melawan Swedia akan menyenangkan ditonton. Jika pertandingan berlangsung lebih terbuka, akan banyak kesempatan gol bersarang,” tutur Welbeck dalam konferensi pers di Donetsk yang panas, sebelum ia bergeser ke Kiev, Jumat.

Welbeck girang dipercaya memperkuat Inggris untuk melawan Perancis. Ini adalah sebentuk dukungan agar dia bisa tampil baik. Ia yakin, tim Inggris di bawah Roy Hodgson kini sudah cukup kuat. ”Saya rasa pada pertandingan melawan Perancis, kami telah menyusun fondasi. Kami benar-benar ingin membangun berdasarkan fondasi itu dari sekarang. Kami bisa mengembangkan itu,” tuturnya.

Menurut Welbeck, permainan Inggris melawan Perancis seperti terkurung. Dalam kondisi seperti itu, sulit bagi siapa pun untuk mendapatkan sebanyak mungkin bola. Bermain lebih terbuka di segala penjuru lapangan akan membuat pertandingan lebih berkembang.

Waktu pertandingan pada laga kedua dan ketiga dipandang lebih menguntungkan bagi Inggris. Laga pertama digelar pada siang hari yang panas, sedangkan melawan Swedia dan Ukraina dihelat sore hari.

Menderita

Tanpa bermaksud melebih-lebihkan, Hodgson mengatakan dia menderita dengan absennya striker Wayne Rooney, yang ia gambarkan sebagai pemain kelas dunia. Striker MU itu masih harus melakoni skorsing sehingga hanya bisa menonton dengan gemas.

”Tidak perlu ditanyakan lagi, kami kehilangan dia. Ia pemain kelas dunia. Ketika kami memilikinya di lapangan, kami akan lebih kuat dan memiliki kekuatan untuk menyerang lebih daripada ketika ia tidak ada,” kata Hodgson kepada BBC Radio 5, seperti dikutip laman BBC.

Hodgson membandingkan Rooney dengan Ibrahimovic. ”Ketika kita membicarakan Swedia, kita bicara tentang Zlatan dan betapa penting ia bagi tim, bagaimana ia bisa mengambil keputusan di satu pertandingan. Kami juga harus memiliki satu pemain seperti itu, namanya Wayne Rooney,” tuturnya.

Menurut Hodgson, pengalaman Rooney adalah aset bagi skuad. Latihannya luar biasa dan perilakunya sangat bagus. Sayang, ia tidak bisa bermain melawan Swedia dan baru bisa turun ke lapangan melawan Ukraina.

Jordan Henderson tetap dipertahankan. Ia dibutuhkan setelah Gareth Barry dan Frank Lampard cedera. Ia juga menjadi satu-satunya pengganti gelandang serang yang direkomendasikan. Henderson akan menjadi penambal jika sesuatu terjadi pada kapten Steven Gerrard dan Scott Parker.

Menurut Hodgson, ia pernah menargetkan hasil imbang melawan Swedia. ”Namun, kami membutuhkan hasil yang lebih baik saat melawan Ukraina. Janji kami harus terwujud nyata,” ujar Hodgson. (SUSI IVVATY)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau