Indonesia terbuka superseries premier

Sony Alami Penurunan Konsentrasi dan Tenaga

Kompas.com - 15/06/2012, 21:47 WIB

JAKARTA, Kompas.com - Pebulu tangkis nasional Sony Dwi Kuncoro mengaku tidak bermain sebagus dua putaran sebelumnya. Karena itu, dia gagal mengalahkan pemain China, Du Pengyu, di babak perempat final Djarum Indonesia Open Superseries Premier 2012, Jumat (15/6/2012).

Dalam laga yang berlangsung seru di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Sony menyerah dua game langsung 14-21, 15-21. Alhasil, dia gagal melanjutkan kiprahnya untuk mengulangi prestasi tahun 2008 ketika jadi juara.

"Saya agak mengalami penurunan di konsentrasi dan tenaga. Dia juga mainnya bagus sehingga saya agak frustrasi," ujar Sony.

Sony, yang meraih tiket babak delapan besar setelah berturut-turut mengalahkan finalis tahun lalu asal Denmark Peter Gade dan enam kali juara Taufik Hidayat, mengaku terpuruk setelah gagal menembus pertahanan pemain China tersebut.

"Saya mencoba menyerang, pertahanan dia bagus, sehingga saya down sendiri," kata Sony yang juga mengaku lemas dan kurang bersemangat.

"Kalau dari segi permainan, dia berbeda dari Taufik dan Peter, banyak melakukan reli dan lebih banyak melayangkan bola ke belakang," tambah juara Thailand GP Gold itu.

Meski demikian, pemain peringkat 45 dunia itu mengaku puas dengan penampilannya karena meskipun kalah, dia dapat mengukur sejauh mana hasil pelatihannya selama ini.

"Saya bersyukur masih bisa menunjukkan permainan saya. Memang kalah, tetapi saya puas karena sudah semaksimal mungkin, saya jadi tahu hasil latihan saya sampai di sini. Besok-besok saya nggak mau lengah lagi, persiapan saya harus lebih baik," paparnya.

Sementara itu, Du Pengyu mengakui bahwa kemampuan dia dengan Sony tidak jauh berbeda sehingga agak sulit mengalahkan pemain Indonesia itu.

"Sony geraknya cepat, refleksnya juga, dan bermainnya aktif," kata unggulan delapan tersebut.

Dengan tersingkirnya Sony, Indonesia menyisakan satu wakil pada tunggal putra yakni Simon Santoso yang pada semifinal akan melawan pebulu tangkis India Kashyap Parupalli.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau