Perancis-ukraina

Perancis Kembali Bengis

Kompas.com - 16/06/2012, 05:15 WIB

Donetsk, Jumat Sambil berlari, Franck Ribery memberi umpan cepat kepada Karim Benzema dari sayap kiri. Bola diteruskan ke Jeremy Menez yang berada di sayap kanan. Menez mengecoh bek Yevgen Selin yang menjaganya, lalu menendang bola untuk menggetarkan gawang kiper Andriy Pyatov.

Gol pertama Perancis ke gawang Ukraina pada menit ke-53 itu menandai kembalinya Perancis pada pola permainan tradisional mereka. Seperti janji Pelatih Laurent Blanc sebelum laga, Perancis bermain dengan cepat, mengandalkan umpan dari kaki ke kaki, berteknik tinggi.

Menebus buruknya permainan saat melawan Inggris, para pemain Perancis tampil ”bengis” dan menghabisi Ukraina dengan skor 2-0, Jumat (15/6), di Donetsk, Ukraina.

Pertandingan Perancis melawan Ukraina sempat dihentikan pada menit kelima karena turun hujan badai yang sangat deras. Lapangan sangat becek, pandangan terbatas, dan bola tidak dapat melaju sehingga laga ditunda selama 55 menit.

Wartawan Kompas, Agung Setyahadi melaporkan, hujan deras itu badai lokal di kota Donetsk. Cuaca di kota Kharkiv justru cerah. Cuaca di Warsawa, Polandia, menurut wartawan Kompas MH Samsul Hadi, juga terang benderang.

Pertandingan seusai badai berlangsung dengan cepat dan terbuka. Ukraina yang tidak diunggulkan justru bermain terbuka dan berani menyerang.

Kondisi itu sangat disukai para pemain Perancis karena pertahanan Ukraina menjadi tidak rapat. Dengan demikian, mereka dapat melakukan beberapa variasi serangan, dari sayap dan dari tengah.

Pada menit ke-16, Menez mencetak gol tetapi dianulir karena terjebak off-side.

Ribery beberapa kali melakukan tusukan individu ke kotak penalti. Namun, disiplinnya bek Taras Mikhalik dan Yevhen Khacheridi membuat serangan Ribery selalu mentah.

Ketangguhan kiper Pyatov membuat gawang Ukraina selamat di babak pertama. Padahal, Menez dan Philippe Mexes sudah dua kali berhadapan langsung dengan kiper. Tendangan mereka dapat ditepis oleh Pyatov.

Ukraina juga mengemas dua peluang melalui Andriy Shevchenko dan Andriy Yarmolenko. Namun, peluang mereka dimentahkan oleh kiper Hugo Lloris.

Di babak kedua, Perancis bermain lebih sabar dan taktis. Berkali-kali pertahanan Ukraina dikepung dari kanan dan kiri. Para pemain Perancis juga jeli melihat posisi rekan mereka yang bebas.

Tiga menit setelah gol pertama, Benzema melihat gelandang Yohan Cabaye memiliki celah meskipun dijaga dua bek Ukraina. Benzema bergerak membawa bola untuk menarik bek lawan ke arahnya dan langsung melepas umpan ke Cabaye.

Pemain Newcastle United itu melepaskan diri dari kawalan Oleg Gusev dan melepaskan tembakan untuk menaklukkan Pyatov. Skor berubah menjadi 2-0 untuk Perancis sampai akhir laga.

Bagi Perancis, ini kemenangan pertama di turnamen besar sejak kemenangan 1-0 atas Portugal pada semifinal Piala Dunia 2006.

Dengan tambahan tiga poin, Perancis naik ke puncak klasemen dan berpeluang lolos ke delapan besar. ”Kami seharusnya mencetak lebih dari dua gol karena punya banyak peluang. Namun, saya mengucapkan selamat kepada kedua tim karena berani tampil menyerang dan membuat permainan menjadi menarik,” kata Blanc.

(AP/AFP/ECA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau