Hidayat: Setu Babakan Bisa Jadi Setu Rujukan

Kompas.com - 17/06/2012, 20:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -- Salah satu calon gubernur dalam Pilkada DKI Jakarta 2012, Hidayat Nur Wahid, Minggu (17/6/2012) berkunjung ke obyek wisata Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Dalam kunjungannya itu Hidayat mengatakan, Setu Babakan bisa menjadi setu rujukan di Jakarta.

"Kami ingin lihat bagaimana kondisi setu yang baik. Setu Babakan bisa jadi rujukannya," ucap Hidayat Nur Wahid.

Dalam penjelasannya, Hidayat menerangkan bahwa di Jakarta hanya ada 13 setu yang beroperasi, sedangkan 30 setu lainnya bermasalah. Setu Babakan bisa dijadikan model untuk revilitasi 30 setu bermasalah itu, sehingga Jakarta nantinya bisa terhindar dari banjir dan kekurangan air bersih.

"Kalau setu ini bisa dihidupkan, air bisa dialirkan, sehingga air tidak lagi menjadi musibah bagi warga DKI Jakarta. Air bisa dijadikan bahan baku maupun kepentingan air bersih lainnya," ujarnya.

Hidayat juga menyebut, setu sekaligus merupakan sarana rekreasi yang murah meriah. "Setu ini bisa jadi rekreasi alternatif," ujarnya lagi.

Dalam kunjungan tersebut, Hidayat mengadakan pula acara makan kerak telor bersama. Hidayat ingin mengapresiasi makanan Jakarta, seperti kerak telor. Hal itu dilakukannya untuk menjadikan Jakarta  kota wisata kuliner yang seharusnya dikelola dengan baik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau