Jakarta Kota yang Dibenci Itu Hanya Opini, Bukan Hasil Survei

Kompas.com - 19/06/2012, 13:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Polemik mengenai artikel Jakarta sebagai kota yang dibenci wisatawan menuai tanggapan dari Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta.

"Coba buka saja situsnya. Saya kira apa yang terdapat di CNNGO itu bukanlah sebuah survei, melainkan merupakan opini dari sang penulis," ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Arie Budhiman, di Hotel Twin Plaza, Jakarta, Selasa (19/6/2012).

Menurutnya, penulis artikel itu adalah seorang ekspatriat yang tinggal selama enam bulan di Jakarta.

"Hal ini perlu diluruskan karena pemberitaan ini seolah-olah hasil survei, padahal ya cuma opini. Bayangkan saja, masa Paris dan Sidney, yang notabene kota tujuan pariwisata dunia, masuk dalam urutan kota yang paling dibenci," ungkapnya.

Ia juga meminta koordinasi antar-media untuk lebih menyaring peristiwa sebelum diberitakan. "Kalau kami ingin memberikan kritik boleh saja, tapi media juga harus credible. Misalnya saja, artikel di CNNGO itu kan hanya opini penulis. Tapi, media memberitakan seolah-olah memang Jakarta itu kota yang paling dibenci menurut hasil survei CNN," ujarnya.

"Jakarta kemajuannya sudah banyak kok. Ada pembangunan MRT, tol dalam kota, jalan layang, busway, dan sebagainya. Wisatawan mancanegara yang datang ke Jakarta itu 61 persen sebagai business traveler. Biasanya mereka datang ke Jakarta untuk berbisnis, pertemuan konferensi, atau ekshibisi," lanjutnya.

Beberapa hari lalu, situs CNNGO memberitakan sepuluh kota yang dibenci oleh wisatawan karena berbagai alasan. Artikel yang berjudul "World's 10 Most Hated Cities" yang dilansir CNNGO menempatkan Jakarta pada posisi ke-7.

Jakarta dianggap sebagai kota yang kurang ramah bagi para pelancong. Adapun 10 kota paling dibenci di dunia versi anak perusahaan CNN itu adalah Tijuana, Meksiko, Sidney dan Melbourne, Paris, Timbuktu, Los Angeles, Lima, Jakarta, New Delhi, Kairo (Mesir), dan Belize City.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau