Kegelisahan Jerman Berakhir

Kompas.com - 19/06/2012, 15:42 WIB

GDANSK, KOMPAS.com - Lupakan Belanda yang ternyata menjadi salah satu tim ”terburuk” di Piala Eropa 2012. Begitu perkasanya Jerman meraih hasil sempurna di Grup B setelah mengalahkan Denmark 2-1. Lihat pula aksi Ronaldo, si pemain termahal dunia, membawa Portugal lolos ke delapan besar.

Favorit Piala Eropa, Jerman, mungkin telah mengakhiri kegelisahan saat mencapai babak perempat final. Pada menit-menit akhir, ”Der Panzer” menundukkan Denmark 2-1 sekaligus menjadikannya juara di Grup B.

Saat ini Jerman berharap dapat mengalahkan tim ”di luar dugaan”, Yunani, yang lolos setelah mengalahkan Rusia, Sabtu lalu. Jerman meraih tiga kemenangan berturut di Grup B. Sebelumnya, tim asuhan Joachim Loew itu mengalahkan Portugal (1-0) dan Belanda (2-1).

Itu pencapaian terbaik Jerman selama Piala Eropa. Hal itu terlihat menakjubkan meskipun sebenarnya tidak begitu meyakinkan seperti kedengarannya.

”Kami tiga kali menang, tiga kali menang tipis, dan tiga kali pula harus gemetaran,” ujar Ketua Federasi Sepak Bola Jerman Wolfgang Niersbach.

Pada pertandingan melawan Denmark, pendukung Jerman memang sempat waswas tatkala tim ”Dinamit” Denmark berhasil menyamakan angka 1-1 dan pada saat bersamaan Portugal menundukkan Belanda 2-1.

Kalau saja ada satu gol lagi, Denmark akan menyingkirkan mereka dari babak delapan besar. Untungnya, pemain Jerman tetap tenang dan Lars Bender dapat menghilangkan kegelisahan dengan mencetak gol penentu pada menit ke-80, untuk mengambil tiket bertemu juara 2004, Yunani, di babak knock out.

”Kami harus meningkatkan serangan. Setelah menjalani tiga pertandingan sulit, kami mestinya dapat lebih fokus mempersiapkan pertandingan selanjutnya,” kata Loew.

Setelah kekalahan dari Jerman, pendukung Denmark menyadari bahwa daya ledak ”Dinamit” memang belum cukup untuk meloloskan timnya. ”Pendukung kami seharusnya bangga atas permainan yang telah kami lakoni. Semua pemain telah bekerja keras, tetapi masih banyak lagi yang mesti dikerjakan,” ujar Pelatih Denmark Morten Olsen.

Buat Portugal, kemenangan 2-1 atas Belanda membuat tim Ceko harus lebih berhati-hati di babak delapan besar. Penampilan dahsyat kapten Portugal, Ronaldo, mencetak dua gol, menjadi bukti bahwa peraih gol terbanyak klub Real Madrid itu sedang dalam grafis peningkatan luar biasa.

Pujian tampak diarahkan kepada Jerman dan Portugal, tetapi Yunani justru dicemooh. Yunani diolok-olok, diejek, dan dikritik tajam sepanjang penampilan di babak penyisihan. Pendukung Yunani masih harus menahan diri melihat berita negatif media meskipun mereka menang atas tim favorit Rusia 1-0, yang mengantarkan tim ”Negeri Para Dewa” itu berhadapan dengan juara tiga kali, Jerman.

Komentator televisi Rai, Italia, bahkan menggambarkan Yunani tim layaknya kotoran.

”Mereka telah melempar lumpur kepada kami dan kami sangat sedih atas kata-kata mereka. Kami telah membungkam Rusia. Sekarang kami lebih baik diam dan bekerja keras,” ujar bek Yunani, Kyriakos Papadopoulos.

Kini Yunani mencari penghormatan saat menghadapi Jerman pada babak delapan besar di Gdansk, 23 Juni mendatang.

Meski dicemooh media, Jerman tidak ikut menganggap remeh. ”Orang mungkin tidak memperhitungkan Yunani, tetapi sesungguhnya mereka adalah pakarnya efisiensi,” kata Joachim Loew. (REUTERS)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau