Misi Menggigit "Tiga Singa"

Kompas.com - 19/06/2012, 15:52 WIB

KIEV, KOMPAS.com - Meski tidak diunggulkan, Ukraina bertekad besar mengalahkan Inggris pada laga terakhir pertandingan Grup D di Stadion Donbass Arena, Donetsk, Ukraina, Selasa (19/6). Pemain Ukraina akan menunjukkan keberanian seperti gladiator melawan singa di arena.

”Saya pikir, ini menjadi pertandingan terbesar dalam sejarah negara kami. Bagi kami, ini menjadi pertandingan terpenting tidak hanya bagi seluruh tim, tetapi juga bagi negara ini,” kata gelandang serang Ukraina, Andriy Voronin.

Voronin bukan asal bunyi. Para pemain Ukraina menunjukkan perlawanan epik saat menghadapi Swedia dan Perancis di dua laga sebelumnya. Mereka menaklukkan Swedia 2-1. Adapun saat melawan Perancis, tuan rumah kalah 0-2. Namun, pemain Ukraina bisa berjalan dengan kepala tegak karena selesai bertarung habis-habisan.

Laga melawan Inggris menjadi sangat menentukan. Ukraina harus menang jika ingin melaju ke perempat final.

”Ketika kami mengalahkan Swedia, ada atmosfer yang luar biasa di stadion. Kami menang dan seluruh penjuru negara bahagia. Kami ingin melakukan sekali lagi,” ucap Voronin.

Namun, misi Ukraina menaklukkan ”Tiga Singa” Inggris tidak mudah. Mereka kemungkinan kehilangan satu striker andalnya, Andriy Shevchenko, yang belum pulih dari cedera lutut. Peluangnya untuk main masih 50 : 50.

Mantan pemain AC Milan dan Chelsea ini menunjukkan kelasnya saat memborong dua gol ke gawang Swedia. Namun, Sheva juga memberikan tanda-tanda bakal absen karena tidak hadir di sesi latihan Minggu.

Meski sudah berusia 35 tahun, Sheva tetap menjadi kartu as buat Ukraina. Sheva adalah mesin gol sekaligus inspirator tim.

Sepanjang kariernya bersama tim nasional Ukraina, Sheva mencetak total 48 gol. Sheva pernah mendapat penghargaan sebagai pemain terbaik Eropa tahun 2004 saat membela klub AC Milan. Bersama klub Italia itu, Sheva tampil dari tahun 1999 sampai 2006. Dia menyumbang 176 gol plus gelar juara Liga Champions tahun 2003.

”Saya tidak tahu bagaimana buruk cedera Shevchenko. Dia punya dua hari untuk pulih dan kami berharap dia dapat bermain,” kata Voronin.

Dalam keterangan resminya, Manajer Media Ukraina Oleksandr Hlyvynskyy membeberkan penyebab cedera Sheva. ”Shevchenko mendapat dua tendangan di kaki, pertama saat melawan Swedia dan kedua saat melawan Perancis,” kata Oleksandr.

Meski kondisi Sheva masih tanda tanya, Voronin tetap mempunyai keyakinan bahwa Ukraina akan menjadi kejutan dengan mengalahkan Inggris.

”Bagi kami, ini adalah kesempatan terakhir. Kami butuh kemenangan dan kami ingin ke perempat final. Kami akan melakukan segalanya untuk menang,” kata Voronin.

Pelatih Ukraina Oleg Blokhin mengatakan, jika Shevchenko tidak main, dia menyiapkan skenario lain, yakni dengan menduetkan pemain kelahiran Serbia, Marco Devic, dengan Voronin.

Jasa Capello
Jika Ukraina kekurangan amunisi di lini depan, Inggris justru sebaliknya. Mereka akan mendapat tambahan tenaga striker klub Manchester United, Wayne Rooney.

Rooney dapat tampil setelah masa skors dua pertandingan internasionalnya selesai. Rooney mengatakan akan mendedikasikan pertandingan melawan Ukraina untuk mantan pelatih tim nasional Inggris, Fabio Capello.

Alasannya, dia memiliki utang besar kepada Capello. Capello menjadi penyelamat Rooney karena sebelumnya UEFA menjatuhkan sanksi tiga laga setelah menendang pemain Montenegro, Miodrag Dzudovic, pada laga Oktober tahun lalu.

Capello-lah yang mendesak federasi sepak bola Inggris untuk mengajukan banding, yang akhirnya berbuah pengurangan satu laga. Bukan hanya itu, Capello juga mengaku akan tetap membawa Rooney ke Polandia dan Ukraina sebelum mundur.

”Sejujurnya, jika saya tetap mendapat sanksi tidak boleh tampil di tiga pertandingan internasional, saya tidak punya harapan berada di sini. Jadi, saya sangat senang dengan usaha keras Capello. Kami berdua juga ke Swiss, mengajukan banding, dan beruntung hukuman untuk saya hanya dua laga internasional.” (REUTERS/AFP)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau