Tim jerman

Kedewasaan Jerman, Keyakinan Loew

Kompas.com - 22/06/2012, 04:05 WIB

Banyak kemungkinan terjadi di perhelatan akbar semacam Piala Eropa 2012. Wajar lapak taruhan menjadi riuh. Ada yang terseok-seok di awal, tetapi bahagia di akhir. Ada yang sukses lebih dahulu, tapi lantas antiklimaks. Ada yang gagal melulu, sebaliknya ada yang menang terus.

Mari mengulik Jerman. Melihat performa di Grup B, tim panser termasuk satu tim yang stabil. Finalis Piala Eropa 2008 ini melenggang ke delapan besar setelah memenangi semua gim di babak penyisihan melawan tim-tim yang juga diperhitungkan, Portugal (1-0), Belanda (2-1), dan Denmark (2-1).

Jika menapak tilas sedikit ke belakang, Jerman memang pantas membuat publik berdecak. Di babak kualifikasi Grup A, juara Eropa tiga kali (tahun 1972, 1980, 1996) ini memenangi 10 pertandingan dengan nilai bulat 30. Ia hanya kalah sekali melawan Perancis 1-2 dalam laga persahabatan, Februari 2012.

Sebelum menjejaki final Piala Eropa 2012 ini, satu modal keyakinan sudah dikantongi. Pelatih Jerman Joachim Loew mengatakan, skuadnya saat ini sedang lapar. ”Juga sedang bersemangat dan fokus untuk mencetak gol. Kami tahu bagaimana hidup di bawah tekanan,” tutur Loew kepada majalah World Soccer edisi Piala Eropa 2012.

Sejak awal, Loew sadar bahwa timnya menghadapi lawan yang tidak mudah, bahkan Grup B dijuluki group of death. Belanda dan Portugal memiliki para pemain berkelas dunia, sedangkan Denmark selalu menjadi lawan kokoh selama bertahun-tahun. Kuda hitam yang patut diwaspadai.

Tibalah saatnya berperang, dan Jerman memang gemilang ketika unggul 1-0 atas Portugal di laga pertama Grup B. Satu-satunya gol dari Mario Gomez adalah hasil untuk permainan berdisiplin dan penuh ketenangan.

Ketika menyaksikan Denmark mampu menekuk Belanda 1-0, Jerman mewaspadai tim ”Dinamit” ini. Namun, apa yang disuguhkan Jerman adalah sebuah penampilan cerdas.

”Kami bisa merasakan, apa yang harus kami lakukan saat melawan Denmark, itulah yang terjadi,” kata gelandang Sami Khedira.

Jerman terus memperbaiki diri sejak kekalahan di semifinal Piala Dunia 2010, yang menempatkannya di posisi ketiga. Kini, Jerman telah menemukan bentuknya dan itu disajikan di tiga pertandingan Grup B. Pelatih dan semua pemain menunjukkan, mereka adalah tim yang telah dewasa   . Jerman mungkin tim yang meletup-letup, tetapi mampu bermain efektif.

”Kami lebih tenang saat ini, dan lebih pintar. Kami terus menjaga kesabaran dan penguasaan diri selama mungkin. Kami sangat berkonsentrasi sepanjang 90 menit,” tutur Khedira, ketika ditanya perbedaan Jerman di Piala Eropa 2012 dengan Jerman di Piala Dunia 2010.

Apa yang dikatakan Khedira memang mewujud. Dengan kedewasaannya, Jerman menebar ancaman di perhelatan ini. Bermain dalam formasi 4-2-3-1 membuat Loew mampu memaksimalkan barisan pemain tengah yang digempur sejak usia muda. Mesut Oezil, Thomas Mueller, Lukas Podolski, dan Mario Gomez menjadi empat pemain serang yang mampu membombardir pertahanan lawan. Lantas ada Miroslav Klose, yang kini berusia 33 tahun tetapi masih menyimpan banyak cadangan amunisi. Sembilan gol ia lesakkan selama kualifikasi.

Ada tim nasional yang tidak padu ketika di dalamnya berisi para pemain dari sejumlah klub yang berbeda. Ini tidak terjadi di tim nasional Jerman. Serangan ala Real Madrid yang dipertontonkan Oezil dan Khedira berpadu dengan gaya Bayern Muenchen dan Bayer Leverkusen, dan ini menghasilkan adonan beraroma lezat.

Tim yang sesungguhnya

Bagi Loew, spirit yang ditunjukkan timnya di Piala Eropa ini adalah lanjutan dari tahun 2010. Hal terbesar baginya adalah melihat bagaimana para pemainnya berkembang dan membentuk tim yang sesungguhnya. Tidak ada seorang pemain yang menonjol. Kebersamaan ini yang paling menonjol dari tim Jerman, menurut Loew. Hal lain yang juga fundamental adalah barisan pemain muda yang segar, berteknik tinggi, dan antusias.

Jerman niscaya adalah tim yang stabil, konsisten, dan dewasa sejauh ini. Berdiri dan bertempur, itulah yang dilakukan pasukan ”Der Panzer”.

Penggalan lagu yang menggugah dari Manowar ini tepat untuk menggambarkan spirit Jerman, ”Stand and fight, say what you feel. Born with a heart of steel.” Para pemain Jerman ini berhati seteguh baja. (AFP/IVV)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau