BANDA ACEH, KOMPAS.com — Gempa berkekuatan 6,6 skala Richter yang mengguncang sebagian wilayah Aceh, Sabtu (23/6/2012) pukul 11.34, berpusat di dalam lempeng Indo-Australia. Gempa ini terjadi akibat aktivitas lempeng Indo-Australia yang masuk ke bawah Pulau Sumatera.
Peneliti kegempaan pada Pusat Penelitian Mitigasi Bencana (PPMB) Institut Teknologi Bandung, Irwan Meilano, mengungkapkan, dilihat dari pusat gempa yang berada pada 24 kilometer Barat Laut Kota Subulussalam, dengan kedalaman 103 kilometer, diperkirakan gempa dekat dengan pantai.
Posisi tersebut dekat dengan pertemuan lempeng Indo-Australia yang berada di barat Sumatera dengan Pulau Sumatera. Pertemuan tersebut menyebabkan terjadinya mekanisme naik pada daratan sehingga terjadi gempa.
"Gempa seperti ini jarang terjadi," kata dia. Gempa dengan mekanisme naik tersebut pernah terjadi dengan getaran yang relatif besar pada September 2009 lalu di Padang, yang mencapai 7,6 SR. Namun, gempa yang berpusat di barat laut Kota Subulussalam, Sabtu siang tadi, tak sebesar gempa di Padang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang