Sisa rezim khadafy

Ekstradisi Menyisakan Masalah

Kompas.com - 26/06/2012, 02:44 WIB

TUNIS, SENIN - Pemerintah Tunisia tetap mengekstradisi dan memulangkan Al-Baghdadi al-Mahmoudi (67), mantan Perdana Menteri Libya pada masa rezim pemerintahan otoriter Moammar Khadafy, ke Libya.

Ekstradisi tersebut semakin menunjukkan perpecahan serius di tubuh pemerintahan Tunisia setelah sempat ditentang Presiden Tunisia Moncef Marzouki.

Kepastian ekstradisi Al-Mahmoudi itu disampaikan Perdana Menteri (PM) Libya saat ini, Abdurrahim el-Keib, dalam jumpa pers di Tripoli, Minggu (24/6).

”Hari ini, Al-Mahmoudi telah diserahkan secara resmi oleh pemerintah Tunisia. Dia akan ditahan di penjara di bawah tanggung jawab Kementerian Hukum dan akan diadili dalam waktu dekat,” ujar El-Keib.

Pernyataan El-Keib itu mengejutkan banyak pihak di Tunisia, terutama mereka yang menentang ekstradisi, seperti Presiden Marzouki, yang juga mantan aktivis hak asasi manusia.

Keberatan mereka terutama dipicu kekhawatiran akan nasib dan keselamatan Al-Mahmoudi, yang diyakini bakal terancam jiwanya dan tidak akan pernah menghadapi pengadilan yang adil jika dipulangkan ke Libya.

Nasib seperti itu pernah dialami Khadafy dan putranya yang tewas dieksekusi kelompok perlawanan Libya tak lama setelah ditangkap.

Tak diberi tahu

Juru bicara kepresidenan Tunisia, Adnan Mancer, menyebutkan, Presiden tak pernah diberi tahu soal keputusan ekstradisi tersebut.

”Jika memang benar (ekstradisi) dilakukan, tentu hal itu akan semakin memprovokasi krisis yang tengah terjadi di dalam pemerintahan (Tunisia) sekarang,” ujar Mancer.

Meski demikian, PM Tunisia Hamadi Jebali berkilah dirinya hanya menjalankan ketentuan hukum saat mengambil keputusan ekstradisi. Hal itu disampaikan pejabat Kementerian Hukum Tunisia, Mustapha Yahyaoui.

Pada 15 Januari, sejumlah kelompok hak asasi manusia Tunisia, Amnesty International, dan Human Rights Watch, menandatangani pernyataan menolak ekstradisi Al-Mahmoudi.

Al-Mahmoudi ditangkap September tahun lalu oleh otoritas Tunisia saat menyeberangi perbatasan secara ilegal dalam perjalanan menuju Aljazair.

Sejumlah anggota keluarga Khadafy diketahui memang mencari suaka politik ke Aljazair.

Sejak penangkapan itu, pemerintahan baru di Libya berkali-kali meminta Pemerintah Tunisia memulangkan Al-Mahmoudi untuk diadili atas seluruh kejahatan yang pernah ia lakukan.

Bechir Essid, pengacara Al-Mahmoudi, mengkritik keras langkah Tunisia mengekstradisi kliennya.

”Saya menilai hal itu telah merusak martabat pemerintahan Tunisia, terutama jika dikaitkan dengan prinsip agama dan moral yang selama ini mereka anut,” kata Bechir.

Bechir menambahkan, kondisi kesehatan Al-Mahmoudi menurun drastis setelah berada di penjara Libya. (AFP/DWA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau