Menteri Pemuda dan Olahraga Andi A Mallarangeng pada pengukuhan kontingen ASEAN School Games (ASG) di Jakarta, Senin (25/6), menyatakan, masalah seputar persiapan penyelenggaraan tidak akan mengubah jadwal pelaksanaan PON.
”Tetap digelar pada 9-22 September. Tidak berubah dari jadwal yang ditetapkan,” katanya.
Andi mengakui, sejumlah pihak mengkhawatirkan penyelenggaraan PON XVIII Riau tidak tepat waktu karena berbagai permasalahan menjadi kendala. Dia optimistis pesta olahraga empat tahunan itu dapat terlaksana sesuai dengan rencana.
Banyak pihak meragukan ketepatan waktu terlaksananya PON XVII 2012 di Riau, September. Berbagai persoalan membuat persiapan terkatung-katung. Persoalan itu antara lain dana pembangunan arena pertandingan (venue) belum cair sehingga kontraktor menunda bahkan menghentikan kegiatan pengerjaan perbaikan atau pembangunan venue.
Masalah lainnya, adanya dugaan suap dalam penetapan besaran anggaran pembangunan venue yang melibatkan Dinas Pemuda dan Olahraga Pemerintah Provinsi Riau serta beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Riau.
Andi mengakui, permasalahan yang dihadapi Panitia Besar PON XVIII Riau mengganggu persiapan penyelenggaraan, terutama pencairan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Provinsi Riau.
Hasil rapat terakhir dengan beberapa pemangku kepentingan, seperti Menteri Dalam Negeri, Badan Pemeriksa Keuangan, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat, menurut Andi, membantu mempercepat proses pembahasan, pemeriksaan, hingga pencairan APBD-P 2012 Pemprov Riau.
Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman mengatakan, laporan menyebutkan arena pertandingan untuk 38 cabang olahraga mengalami kemajuan signifikan, termasuk Stadion Utama Riau di Pekanbaru yang menjadi lokasi laga final sepak bola PON 2012.
”Secara umum, stadion itu dapat digunakan. Namun, fasilitasnya masih harus dilengkapi,” katanya. Dia menilai, perkembangan pengerjaan stadion tersebut sudah 98 persen.
Untuk mengawasi pengerjaan pembangunan dan pemindahan arena pertandingan, KONI Pusat mengirim tim agar pekerjaan itu sesuai dengan standardisasi yang ditetapkan.
Tono menjelaskan, laporan terakhir menyebutkan, PB PON memutuskan untuk memindahkan arena pertandingan beberapa cabang olahraga, di antaranya boling, biliar, sofbol, dan bisbol.
Perihal cabang menembak, menurut Tono, pembangunan venue belum tuntas. Bahkan, pemasangan perlengkapan teknologi informasi menjadi kendala tersendiri. Untuk mengatasi masalah itu, solusi akhir yang mungkin diambil adalah sebagian penilaian secara manual dan setengah lagi memakai teknologi.
Kepala Bidang Humas PB PON XVIII Riau Chairul Riski mengakui adanya rencana pemindahan beberapa arena pertandingan beberapa cabang olahraga, seperti boling dan biliar. Namun, untuk cabang menembak, dia belum dapat memastikan perpindahan arena itu.
Dia menjelaskan, arena pertandingan boling semula akan dibangun di kawasan Purna MTQ Nasional Bencah Luas, tetapi dialihkan ke Gedung Boling 88 Jalan Riau, Pekanbaru. Alasan pemindahan lokasi itu karena waktu pembangunan yang tidak mungkin terkejar lagi.
Sementara untuk biliar akan bertempat di Ballroom Hotel Pangeran, Pekanbaru.
Arena lain yang juga dipindah adalah venue untuk angkat besi, angkat berat, dan binaraga. Rencana semula untuk olahraga itu berlokasi di Hotel Ratu Mayang. Rencana selanjutnya, pertandingan cabang olahraga tersebut dipindah ke Hotel Ibis.(HLN/MHD)