Penyelenggaraan PON Sesuai Jadwal

Kompas.com - 26/06/2012, 03:12 WIB

Jakarta, Kompas - Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Komite Olahraga Nasional Indonesia memastikan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional XVIII/2012 di Riau tetap sesuai jadwal. Pengerjaan venue yang terlambat dan pemindahan venue tidak mengganggu jadwal penyelenggaraan.

Menteri Pemuda dan Olahraga Andi A Mallarangeng pada pengukuhan kontingen ASEAN School Games (ASG) di Jakarta, Senin (25/6), menyatakan, masalah seputar persiapan penyelenggaraan tidak akan mengubah jadwal pelaksanaan PON.

”Tetap digelar pada 9-22 September. Tidak berubah dari jadwal yang ditetapkan,” katanya.

Andi mengakui, sejumlah pihak mengkhawatirkan penyelenggaraan PON XVIII Riau tidak tepat waktu karena berbagai permasalahan menjadi kendala. Dia optimistis pesta olahraga empat tahunan itu dapat terlaksana sesuai dengan rencana.

Banyak pihak meragukan ketepatan waktu terlaksananya PON XVII 2012 di Riau, September. Berbagai persoalan membuat persiapan terkatung-katung. Persoalan itu antara lain dana pembangunan arena pertandingan (venue) belum cair sehingga kontraktor menunda bahkan menghentikan kegiatan pengerjaan perbaikan atau pembangunan venue.

Masalah lainnya, adanya dugaan suap dalam penetapan besaran anggaran pembangunan venue yang melibatkan Dinas Pemuda dan Olahraga Pemerintah Provinsi Riau serta beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Riau.

Andi mengakui, permasalahan yang dihadapi Panitia Besar PON XVIII Riau mengganggu persiapan penyelenggaraan, terutama pencairan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Provinsi Riau.

Hasil rapat terakhir dengan beberapa pemangku kepentingan, seperti Menteri Dalam Negeri, Badan Pemeriksa Keuangan, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat, menurut Andi, membantu mempercepat proses pembahasan, pemeriksaan, hingga pencairan APBD-P 2012 Pemprov Riau.

Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman mengatakan, laporan menyebutkan arena pertandingan untuk 38 cabang olahraga mengalami kemajuan signifikan, termasuk Stadion Utama Riau di Pekanbaru yang menjadi lokasi laga final sepak bola PON 2012.

”Secara umum, stadion itu dapat digunakan. Namun, fasilitasnya masih harus dilengkapi,” katanya. Dia menilai, perkembangan pengerjaan stadion tersebut sudah 98 persen.

Kirim tim

Untuk mengawasi pengerjaan pembangunan dan pemindahan arena pertandingan, KONI Pusat mengirim tim agar pekerjaan itu sesuai dengan standardisasi yang ditetapkan.

Tono menjelaskan, laporan terakhir menyebutkan, PB PON memutuskan untuk memindahkan arena pertandingan beberapa cabang olahraga, di antaranya boling, biliar, sofbol, dan bisbol.

Perihal cabang menembak, menurut Tono, pembangunan venue belum tuntas. Bahkan, pemasangan perlengkapan teknologi informasi menjadi kendala tersendiri. Untuk mengatasi masalah itu, solusi akhir yang mungkin diambil adalah sebagian penilaian secara manual dan setengah lagi memakai teknologi.

Pindah arena

Kepala Bidang Humas PB PON XVIII Riau Chairul Riski mengakui adanya rencana pemindahan beberapa arena pertandingan beberapa cabang olahraga, seperti boling dan biliar. Namun, untuk cabang menembak, dia belum dapat memastikan perpindahan arena itu.

Dia menjelaskan, arena pertandingan boling semula akan dibangun di kawasan Purna MTQ Nasional Bencah Luas, tetapi dialihkan ke Gedung Boling 88 Jalan Riau, Pekanbaru. Alasan pemindahan lokasi itu karena waktu pembangunan yang tidak mungkin terkejar lagi.

Sementara untuk biliar akan bertempat di Ballroom Hotel Pangeran, Pekanbaru.

Arena lain yang juga dipindah adalah venue untuk angkat besi, angkat berat, dan binaraga. Rencana semula untuk olahraga itu berlokasi di Hotel Ratu Mayang. Rencana selanjutnya, pertandingan cabang olahraga tersebut dipindah ke Hotel Ibis.(HLN/MHD)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau