JAKARTA, KOMPAS.com- Tak hanya mengelar pengobatan gratis, Calon Gubernur Hendardji Soepandji juga mengkunjungi bangunan sekolah dan membagi door prize saat berkampanye kepada warga di Jalan Waspada IV, Rawabadung RT 001/RW07 Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.
Hendardji yang memang sejak awal bertekat mengelar pengobatan gratis selama ia berkampanye. Kali ini ia juga menggelar hal yang sama di Rawabuntu. Ia pun kemudian dikerubuti ibu-ibu yang membawa anaknya untuk ikut berobat gratis. Hendardji juga mentraktir bakso kepada warga yang datang sejak pagi.
Ia lalu shalat di masjid setempat yang masih dibangun. Setelah itu ia meninjau sekolah MTS Al-Akyariyah.
Hendardji naik ke bangunan MTS yang terdiri dari dua lantai itu. Ia langsung mencari letak perpustakaan dan laboratorium. MTS tersebut menurut warga telah dibangun sejak tahun 1980-an.
"Coba lihat tidak ada laboratorium. Pemerintah seharusnya memberikan perhatian sekolah seperti ini. Walaupun ini sekolah swasta, penting bagi warga sekitar sini karena tidak ada SD negeri," kata Hendardji sambil melihat salah satu ruang kelas.
Ia pun turun dan kembali menuju ke tenda pengobatan gratis. Kali ini, tim sukses Hendardji telah menyiapkan sejumlah door prize untuk dibagikan. Hendarji di daulat untuk mengambil undian dan membagikan hadiah.
"Nama saya siapa bu?. Hendardji ya. Yang nomor dua," kata Hendardji sambil membagikan satu persatu doorprize berupa pemutar cakram video (VCD player) dan sejumlah perlengkapan rumah tangga. Tim suksesnya pun bergurau dengan pengeras suara.
"Ayo, namanya harus tahu ya. Jangan cuma mau hadiahnya saja!." "Nama saya Hendardji ya. Nomor dua. (Nama saya) Bapak siapa?," tanya Hendardji lagi. Ibu-ibu pun menjawab "Hendarjiii"..
Namun ada juga yang menjawab "Bapak Nomer Duaaa"... Hendardji pun memimpin yel yel di depan warga. "Nomor dua, oke!," ucapnya berulang-ulang.
"Coblos sarungnya ya. Nanti pas pemilu, coblos yang memakai sarung begini. Seperti orang kalau mau ke masjid khan pakai sarung yaa," kata Hendardji sambil mengangkat sarung yang dikalungkan di lehernya.
Setelah memimpin yel-yel dan berfoto bersama warga. Hendardji kemudian meninggalkan lokasi, sementara pengobatan gratis terus berlanjut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang