Pilkada dki

Jangan Lupa Coblos Sarung Ya...

Kompas.com - 27/06/2012, 15:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Tak hanya mengelar pengobatan gratis, Calon Gubernur Hendardji Soepandji juga mengkunjungi bangunan sekolah dan membagi door prize saat berkampanye kepada warga di Jalan Waspada IV, Rawabadung RT 001/RW07 Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.

Hendardji yang memang sejak awal bertekat mengelar pengobatan gratis selama ia berkampanye. Kali ini ia juga menggelar hal yang sama di Rawabuntu. Ia pun kemudian dikerubuti ibu-ibu yang membawa anaknya untuk ikut berobat gratis. Hendardji juga mentraktir bakso kepada warga yang datang sejak pagi.

Ia lalu shalat di masjid setempat yang masih dibangun. Setelah itu ia meninjau sekolah MTS Al-Akyariyah.

Hendardji naik ke bangunan MTS yang terdiri dari dua lantai itu. Ia langsung mencari letak perpustakaan dan laboratorium. MTS tersebut menurut warga telah dibangun sejak tahun 1980-an.

"Coba lihat tidak ada laboratorium. Pemerintah seharusnya memberikan perhatian sekolah seperti ini. Walaupun ini sekolah swasta, penting bagi warga sekitar sini karena tidak ada SD negeri," kata Hendardji sambil melihat salah satu ruang kelas.

Ia pun turun dan kembali menuju ke tenda pengobatan gratis. Kali ini, tim sukses Hendardji telah menyiapkan sejumlah door prize untuk dibagikan. Hendarji di daulat untuk mengambil undian dan membagikan hadiah.

"Nama saya siapa bu?. Hendardji ya. Yang nomor dua," kata Hendardji sambil membagikan satu persatu doorprize berupa pemutar cakram video (VCD player) dan sejumlah perlengkapan rumah tangga. Tim suksesnya pun bergurau dengan pengeras suara.

"Ayo, namanya harus tahu ya. Jangan cuma mau hadiahnya saja!." "Nama saya Hendardji ya. Nomor dua. (Nama saya) Bapak siapa?," tanya Hendardji lagi. Ibu-ibu pun menjawab "Hendarjiii"..

Namun ada juga yang menjawab "Bapak Nomer Duaaa"... Hendardji pun memimpin yel yel di depan warga. "Nomor dua, oke!," ucapnya berulang-ulang.

"Coblos sarungnya ya. Nanti pas pemilu, coblos yang memakai sarung begini. Seperti orang kalau mau ke masjid khan pakai sarung yaa," kata Hendardji sambil mengangkat sarung yang dikalungkan di lehernya.

Setelah memimpin yel-yel dan berfoto bersama warga. Hendardji kemudian meninggalkan lokasi, sementara pengobatan gratis terus berlanjut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau