Kampanye

Konsultasi sampai Mendatangi Pulau Kosong

Kompas.com - 28/06/2012, 02:51 WIB

Faisal Basri mengisi waktu di Rabu (27/6) siang bukan dengan kampanye. Kandidat gubernur bernomor urut lima ini justru menyambangi Wakil Gubernur Prijanto di Balai Kota Jakarta. Keduanya berbicara dalam pertemuan tertutup sekitar 1,5 jam. Kunjungan ini, menurut Faisal, bukanlah kampanye. ”Ini konsultasi,” ucapnya.

Dia mengatakan ingin mendapatkan gambaran tentang birokrasi di Jakarta lewat pengalaman Prijanto. ”Pada dasarnya, birokrasi di Jakarta ini banyak yang baik. Mudah-mudahan, kalau disentuh dengan benar ke pusat urat nadi, semua akan sesuai dengan harapan kita bersama,” kata Faisal.

Faisal menggarisbawahi keyakinannya bahwa birokrasi ibarat ikan. Bila birokrasi itu busuk, yang busuk pertama adalah kepalanya.

Pasangan nomor urut 6, Alex Noerdin-Nono Sampono, melakukan kunjungan ke sejumlah kelompok masyarakat di Jakarta Barat. Masih dengan tawaran pendidikan dan kesehatan gratis yang menjadi andalannya, Alex mencoba memikat hati para ibu dari 40 majelis taklim yang menghadiri kampanye di RT 03 RW 05, Kelurahan Srengseng, Kecamatan Kembangan. ”Setelah satu hari menjabat, saya gratiskan biaya pendidikan dan kesehatan bagi warga,” ujar Alex disambut tepuk tangan para ibu.

Tim kampanye memutarkan lagu kampanye yang liriknya antara lain berbunyi: marilah menuju kemenangan. Gratis biaya sekolahnya, berobat cuma-cuma, badan sehat tanpa biaya. Rakyat bahagia dan sentosa.

Kampanye pasangan cagub nomor empat, Hidayat Nur Wahid dan Didik J Rachbini, di Jakarta Utara, berlangsung ramai. Pasangan calon ini diarak dengan dokar mulai dari Plumpang hingga ke Gelanggang Olahraga Jakarta Utara. Meski menyebabkan kemacetan, sebagian besar warga tampak menikmatinya karena turut ditampilkan ondel-ondel.

Saat orasi kampanye berlangsung di GOR Jakarta Utara, kemeriahan juga masih terus berlanjut. Lebih dari 700 massa pendukung pasangan calon dari Partai Keadilan Sejahtera ini sangat antusias mengikuti kampanye.

Pulau kosong

Kampanye pasangan nomor 3, Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama, berlangsung di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. Seperti pada kampanye sebelumnya, kedua pasangan ini memilih tempat berkampanye berbeda dengan alasan agar lebih efektif dan efisien.

Jokowi mengunjungi Pulau Harapan dan Pulau Kelapa, sementara Ahok di Pulau Untung Jawa. Keduanya bertemu di Pulau Pramuka pada siang hari sebelum kembali ke Jakarta.

Saat Basuki yang akrab disapa Ahok datang, Pulau Untung Jawa kosong. Sebagian besar warga dibawa lurah setempat berlibur ke Garut, Jawa Barat, sejak Senin. Acara itu menjadi agenda tahunan yang diadakan kelurahan setempat.

Adapun calon gubernur Hendardji Soepandji masih memfokuskan agenda kampanyenya dengan menggelar pengobatan gratis bagi warga miskin. Kali ini calon bernomor urut 2 itu mengadakan pengobatan gratis di empat kelurahan di Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, yakni Jatinegara, Cakung Barat, Cakung Timur, dan Pulogebang.

Tim sukses Hendardji menargetkan 2.000 warga terlayani dalam pengobatan gratis tersebut. Di Kelurahan Jatinegara, pengobatan digelar di RT 1 RW 7 Rawa Badung. Selain pengobatan, Hendardji juga berdialog dengan peserta yang mayoritas ibu rumah tangga.

Pengobatan gratis menjadi salah satu perhatian utama Hendardji. Dia menilai saat ini warga miskin masih sulit mengakses layanan kesehatan gratis dari pemerintah. ”Padahal itu perintah undang-undang,” katanya.

Sementara Fauzi Bowo tidak menghadiri kampanye yang digelar di wilayah Jakarta Selatan. Jadwal kampanye di lima titik Jakarta Selatan dihadiri calon wakil gubernur Nachrowi Ramli. Fauzi Bowo pada hari yang sama menjalankan tugasnya sebagai Gubernur DKI. ”Kampanye hari ini sifatnya dialogis, peserta sebagian besar seluruh elemen pendukung. Tujuannya, kami ingin menguatkan konsolidasi internal para pendukung,” kata Tatang Hidayat, Koordinator Tim Kampanye Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli wilayah Jakarta Selatan. (NDY/FRO/ART/PIN/ENG/MDN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau