Hendardji: Perubahan Dimulai dari Mengganti Pemimpinnya

Kompas.com - 28/06/2012, 13:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon gubernur independen, Hendarman Supandji, hari ini keliling Jakarta Selatan untuk berkampanye. Dalam kesempatan tersebut, di hadapan warga Tegal Parang, Hendardji mengajak masyarakat untuk melakukan perubahan melalui penggantian kepemimpinan DKI Jakarta.

"Perubahan itu dimulai dari mengganti pemimpinnya, bukan hanya sekedar kampanye," kata Hendardji di tengah-tengah orasinya di Jalan Tegal Parang Utara RT 07/05 Gg. BB, Kelurahan Tegal Parang, Jakarta Selatan, Kamis (28/6/2012).

Dalam orasinya, Hendardji juga mengatakan akan memberantas wilayah "berkumis" (berantakan, kumuh, dan miskin) yang menjadi program andalannya.

"Saya melihat di Jakarta itu kumuh dan miskin, sehingga itulah nanti yang saya berantas. Mengganti pemimpin, berubah programnya, sehingga sudah tidak berkumis lagi," Hendardji melanjutkan.

Untuk menyukseskan pemberantasan "berkumis", Hendardji mengajak masyarakat untuk membenahi kawasan berkumis. Masyarakat harus sadar bagaimana pola hidup sehat dan menjaga lingkungannya, ucapnya. Tapi tidak cukup kalau hanya menyerahkan pada masy sepenuhnya.

"Saya akan memfasilitasi dengan kawasan yang berbudaya dan layak huni. Harus ada kebersamaan antara masyarakat dan pemerintah," lanjut Hendardji.

Sementara itu, salah seorang warga, Rohma (60), berharap pada kesempatan ini Hendardji dapat melihat kalenan yang menjadi langganan banjir di pemukiman sekitar. Karena keterbatasan waktu, Hendardji mengurungkan niatnya untuk mengunjungi tempat yanhg menjadi langganan banjir.

"Pengennya dia lihat kalenan dulu, tempat banjir. Rumah ibu 'kan tempat banjir. Udah dibilangin tadi ke Pak RT, cuman Pak RT bilang masih banyak urusan lain. Nggak bisa. Nanti kapan-kapan. Kapan lagi?" ujar warga asli Betawi yang telah tinggal di Tegal Parang sejak 30 tahun lalu. Kendati demikian, Hendardji berjanji, jika terpilih menjadi gubernur DKI, Hendardji akan memperbaiki kawasan ini, sehingga menjadi kawasan yang layak huni.

"Bang haji, yes! Bang haji, menang! Bang haji, bangga! Rapatkan, barisan! Bulatkan, tekad! Gelorakan, perubahan! Jakarta tidak bekumis!" Ucap Hendardji mengakhiri orasinya di sana dengan yel-yel.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau