Pencurian

Hasil Curian Tak Seberapa, AJ Babak Belur Dihajar Warga

Kompas.com - 29/06/2012, 06:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - AJ (19), tersangka pelaku pencurian, kemungkinan telah dibuat kapok untuk tidak mengulang aksinya. Meskipun hasil curiannya tidak seberapa, dia harus menjadi sasaran amuk warga dan menghuni tahanan setelah tertangkap tangan mencuri di sebuah rumah.

Kanit Reskrim Polsek Pasar Minggu Inspektur Dua, Agus Nuryanto, kepada wartawan, Kamis (28/6/2012) malam, menuturkan, aksi AJ dilakukan di sebuah rumah di Gang Anggrek, Kelurahan Ragunan, Pasar Minggu. Saat itu, warga Jagakarsa ini mendatangi rumah yang menjadi target aksinya.

"Dia kemudian ke kamar tidur dengan cara melompat melalui jendela," kata Agus.

Pelaku kemudian mengambil telepon genggam merk Nexian dan uang tunai senilai Rp 132.000 milik korban. Sialnya, aksinya itu sempat menimbulkan suara gaduh hingga terdengar oleh korban.

Lantaran mencurigai ada orang telah memasuki kamarnya tanpa izin, korban pun memilih untuk memberitahukan kepada warga lain agar bisa meringkus pelaku secara bersama-sama. Warga pun mendatangi kediaman korban dan dengan mudah meringkus AJ.

Tak ayal, warga yang geram dengan aksi AJ langsung menghadiahinya bogem mentah. AJ pun babak belur sebelum akhirnya diamankan petugas.

"Atas perbuatannya itu pelaku diamankan di Polsek Pasar Minggu," kata Agus.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau