Ada 9 Orang dalam DPO Pembunuhan Ketua FBR

Kompas.com - 29/06/2012, 17:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto menyatakan masih ada sekurangnya sembilan tersangka yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) terkait tewasnya Muhidin alias Picu (35), Ketua FBR Gardu Tapak Jalak, oleh massa dari ormas Pemuda Pancasila (PP).

"Masih ada setidaknya sembilan tersangka yang masih di DPO," kata Rikwanto di ruang kerjanya, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (29/6/2012).

Rikwanto membenarkan bahwa para DPO itu berasal dari ormas PP. Mereka adalah Riki Oktora Ginting alias Ginting (45) yang tak lain Ketua PP Ranting Simpang, Dedi Suherman alias The Max, M Rio Permana alias Rio, Sabit Qulkhair, Alif Putra Perdana alias Jawa, Sugiarta alias Sugex, Dewa Murti Permadi alias Dewa, Mohamad Alganda alias Ganda, dan Dedi Sumarna.

Sampai sejauh ini pihak kepolisian, dalam hal ini Polres Tangerang Kabupaten, masih mencari tersangka yang ikut menghabisi nyawa Muhidin.

"DPO itu masih dalam pengejaran untuk bisa mendalami kasus ini," ujar Rikwanto.

Sebagaimana diketahui, aksi saling serang diawali penyerangan pada 26 Juni 2012 oleh ormas FBR ke Pos PP Ranting Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, yang kemudian memakan satu korban dari PP. Saat itu, tempat steam motor anggota PP dirusak. Peristiwa kemudian berakhir pada pengeroyokan Muhidin hingga tewas pada 27 Juni 2012 dini hari sekitar pukul 00.30.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau