Jika dapat ke final, Murray menjadi orang Inggris Raya pertama setelah Bunny Austin pada 1938. Bahkan, jika juara, Murray akan menyamai prestasi Fred Perry pada tahun 1936.
Setelah Nadal tumbang di hadapan Lukas Rosol (Ceko), besar maknanya bagi Murray. Dalam dua tahun terakhir, Nadal kerap menjadi penjegal ambisi Murray. Pada tahun 2010 dan 2011, Murray takluk di semifinal. Tahun 2008, dia bahkan kalah di perempat final.
Sebagai sesama petenis yang menempati grup bawah, skenario awalnya, Murray dapat berjumpa Nadal di semifinal. Murray menapak hingga ke babak ketiga. Calon lawannya sampai partai puncak kemungkinan David Ferrer (Spanyol), Jo-Wilfried Tsonga (Perancis), atau Rosol.
”Agar dapat juara, saya harus sabar dan memiliki mental kuat. Sekarang saya mendapat sedikit keuntungan dan saya harus tetap fokus,” kata Murray.
Jika jalan Murray mulus, di partai puncak dia kemungkinan bakal berjumpa petenis nomor satu dunia yang merupakan juara bertahan, Novak Djokovic (Serbia), atau sang Maestro, Roger Federer (Swiss).
Djokovic memastikan tempat di putaran keempat setelah mengalahkan Radek Stepanek (Ceko) 4-6, 6-2, 6-2, 6-2.
Sementara Rafael Nadal mengaku tidak kecewa dengan kekalahannya dari Lukas Rosol di babak kedua. Dia mengatakan, dirinya tetap nyaman karena secara keseluruhan penampilannya tahun ini bagus.
Nadal kalah dari Rosol dalam pertarungan lima set 7-6 (11/9), 4-6, 4-6, 6-2, 4-6. Kekalahan dari pemain peringkat 100 dunia ini menjadi hasil terburuk yang diraihnya sejak tahun 2005. Saat itu Nadal juga kalah di babak kedua turnamen Wimbledon dari Gilles Muller (Luksemburg).
”Itulah olahraga, kadang menang, kadang juga kalah. Lawan saya kali ini termotivasi untuk menang. Secara mental, saya baik-baik saja. Akan tetapi, secara fisik, sepertinya saya perlu istirahat,” kata Nadal, mantan petenis nomor satu dunia.
Bulan depan, pemegang 11 gelar grand slam ini akan kembali ke Wimbledon. Nadal akan berjuang meraih medali emas di ajang Olimpiade London.
Duel Nadal versus Rosol berlangsung seru dan ketat. Rosol sukses memojokkan Nadal dengan servis kerasnya. Pemain berusia 26 tahun ini sama sekali tidak dengan nama besar Nadal. Padahal, petenis asal Mallorca, Spanyol, ini baru saja membuat sejarah sebagai peraih gelar terbanyak di Roland Garros. Dia tujuh kali menjuarai Grand Slam Perancis Terbuka.
Rosol tampil penuh semangat. Dia melepaskan pukulan-pukulan keras yang membuat Nadal terkejut dan kebingungan. Dalam pertandingan itu, Rosol membuat 22 servis as.
Setelah menang 7-6 di set pertama, Nadal kalah di dua set berikutnya, 4-6, 4-6. Pada gim keempat, Nadal mendapat momentum dan berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 setelah menang 6-2.
Namun, ketika permainan Nadal sedang berapi-api, tiba-tiba ofisial pertandingan memutuskan menunda pertandingan set kelima selama 45 menit karena harus menutup atap lapangan.
Rosol memanfaatkan situasi itu dengan baik. Dia pun akhirnya menang 6-4. ”Ini seperti keajaiban. Nadal pemain bintang. Dia bermain sangat baik, tetapi kali ini saya yang lebih baik,” ujar Rosol.