Inilah 4 Teh Terbaik untuk Kesehatan

Kompas.com - 30/06/2012, 13:20 WIB

KOMPAS.com — Teh memang identik dengan kesehatan. Kebiasaan meneguk secangkir teh juga efektif untuk mengurangi stres, mencegah hipertensi, hingga menekan risiko penyakit jantung. Ada berbagai macam teh di dunia, tetapi secara umum ada empat jenis teh yang khasiatnya tak boleh diremehkan.

1. Darjeeling

Teh yang disebut-sebut sebagai teh terbaik di dunia ini dipetik dari tanaman teh yang tumbuh di pegunungan Himalaya wilayah Darjeeling di India.

Baru-baru ini penelitian menemukan manfaat teh untuk menghambat pertumbuhan patogen H.pylori yang bisa menyebabkan sakit radang lambung, tukak lambung, hingga kanker usus. Dan, di antara teh tersebut ternyata teh Darjeeling langsung memberikan efek positif selang lima menit setelah diminum. Untuk mengoptimalkan efeknya, hindari mengonsumsi teh yang dicampur susu.

2. Teh Oolong

Disebut juga sebagai teh semi-fermentasi. Variasi teh oolong sangat luas, dari yang ringan dan manis, sampai teh yang lebih kental dan pahit.

Menurut penelitian terhadap lebih dari 1.500 subyek, mereka yang minum dua setengah cangkir teh oolong atau teh hijau setiap hari, risikonya terkena tekanan darah tinggi 46 persen lebih rendah. Oolong dan teh hijau kaya akan antioksidan yang efektif untuk mengontrol enzim pemicu peningkatan tekanan darah.

3. Teh Hitam

Ketika daun-daun teh dibiarkan terfermentasi sampai utuh, mereka akan berubah menjadi teh hitam, meski sebenarnya warnanya lebih dekat ke merah.

Banyak orang yang ingin sehat lebih memilih teh hijau, padahal teh hitam tak kalah antioksidannya. Empat komponen antioksidan dalam teh hitam diketahui mampu melindungi otak dari kerusakan dengan cara spesifik. Tahun lalu peneliti dari Jerman mengungkapkan, teh hitam mampu melindungi proses pembentukan plak di otak yang memicu penyakit Alzheimer.

4. Yerba Mate

Berasal dari daun tanaman yang dianggap suci oleh penduduk asli Amerika Selatan, yerba mate tergolong dalam herbal yang kuat. Untuk mengurangi rasa pahitnya, masukkan daun yerba mate ke dalam air hangat (bukan mendidih).

Penelitian tahun 2011 menunjukkan, yerba mate punya kemampuan merusak sel-sel kanker. Komponen di dalam teh, termasuk kafein, mampu merusak DNA sel kanker.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau