Jakarta 1

Timses Foke-Nara Klarifikasi Survei LSI

Kompas.com - 02/07/2012, 12:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kahfi Siregar, Kepala Media Center Tim Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli atau Foke-Nara, menyampaikan klarifikasi terkait berita yang dimuat Kompas.com, Minggu (1/7/2012) pukul 15.07 WIB. Menurut Kahfi Siregar, berita berjudul "LSI Akui Surveinya Dibiayai Foke Nara", itu tidak benar.

"Tim Pemenangan Foke-Nara memiliki survei sendiri yang tidak dipublikasi karena memang untuk kepentingan strategi pemenangan saja (konsumsi internal)," kata Kahfi.

Bahkan, Kahfi mengatakan, dalam Tim Pemenangan Foke-Nara tidak ada konsultan ataupun tim pemenangan dari Lingkar Survei Indonesia (LSI).

Sebagaimana diberitakan Kompas.com sebelumnya, Toto Izul Fattah, salah satu peneliti LSI mengakui, survei yang dilakukan lembaganya dibiayai oleh pasangan petahana, Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli. Dalam survei tersebut didapatkan hasil bahwa, baik satu maupun dua putaran, pasangan nomor urut satu tersebut memenangkan Pilkada DKI Jakarta tahun ini.

"Jadi memang saya merasa wajib mengungkapkan ini untuk kepentingan transparansi. Betul LSI ikut jadi tim pemenangan Foke. Jujur, harus kami sampaikan," ujarnya kepada wartawan di kantor LSI di Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (1/7/2012).

Toto mengatakan, lembaganya memiliki dua divisi yang terpisah setiap melakukan survei. Divisi riset dan divisi pemenangan. Divisi pemenangan bertugas mencari dana, sementara divisi riset bertugas melakukan survei. Meski dibiayai pasangan Foke-Nara, dia mengaku bahwa kedua divisi tersebut tidak saling berpengaruh.

"Kami menjaga kedua divisi ini. Tentu survei tidak boleh dibiarkan bias hanya karena mendukung salah satu calon. Relawan riset kami jaga betul, tidak boleh tahu untuk siapa survei ini dilakukan," katanya.

LSI telah melakukan hal serupa dalam setiap pilkada di Indonesia. Menurut Toto, sudah lebih dari 20 gubernur dan 50 wali kota se-Indonesia yang disurvei lembaga tersebut. Hasilnya, hampir seluruh hasil survei mendekati sasaran. Sementara untuk survei kali ini, dia mengaku mendapatkan sejumlah uang untuk keperluan kerja.

"Kisarannya Rp 250 juta. Itu yang menentukan berapa jumlah responden dan metodologi survei," katanya.

Hasil survei tersebut adalah pasangan Foke-Nara akan memenangi pilkada, baik satu putaran maupun dua putaran. Hasil tersebut diperoleh karena tidak adanya peningkatan dukungan signifikan dari para kompetitornya sejak Maret 2012, yang telah menyentuh angka 50 persen menang satu putaran. Pasangan Foke-Nara didukung oleh 43,7 persen pemilih. Urutan kedua ditempati pasangan Jokowi-Basuki dengan 14,4 persen. Empat pasangan lainnya masing-masing memiliki dukungan di bawah 10 persen, bahkan ada yang di bawah 5 persen.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau