JAKARTA, KOMPAS.com — Kahfi Siregar, Kepala Media Center Tim Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli atau Foke-Nara, menyampaikan klarifikasi terkait berita yang dimuat Kompas.com, Minggu (1/7/2012) pukul 15.07 WIB. Menurut Kahfi Siregar, berita berjudul "LSI Akui Surveinya Dibiayai Foke Nara", itu tidak benar.
"Tim Pemenangan Foke-Nara memiliki survei sendiri yang tidak dipublikasi karena memang untuk kepentingan strategi pemenangan saja (konsumsi internal)," kata Kahfi.
Bahkan, Kahfi mengatakan, dalam Tim Pemenangan Foke-Nara tidak ada konsultan ataupun tim pemenangan dari Lingkar Survei Indonesia (LSI).
Sebagaimana diberitakan Kompas.com sebelumnya, Toto Izul Fattah, salah satu peneliti LSI mengakui, survei yang dilakukan lembaganya dibiayai oleh pasangan petahana, Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli. Dalam survei tersebut didapatkan hasil bahwa, baik satu maupun dua putaran, pasangan nomor urut satu tersebut memenangkan Pilkada DKI Jakarta tahun ini.
"Jadi memang saya merasa wajib mengungkapkan ini untuk kepentingan transparansi. Betul LSI ikut jadi tim pemenangan Foke. Jujur, harus kami sampaikan," ujarnya kepada wartawan di kantor LSI di Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (1/7/2012).
Toto mengatakan, lembaganya memiliki dua divisi yang terpisah setiap melakukan survei. Divisi riset dan divisi pemenangan. Divisi pemenangan bertugas mencari dana, sementara divisi riset bertugas melakukan survei. Meski dibiayai pasangan Foke-Nara, dia mengaku bahwa kedua divisi tersebut tidak saling berpengaruh.
"Kami menjaga kedua divisi ini. Tentu survei tidak boleh dibiarkan bias hanya karena mendukung salah satu calon. Relawan riset kami jaga betul, tidak boleh tahu untuk siapa survei ini dilakukan," katanya.
LSI telah melakukan hal serupa dalam setiap pilkada di Indonesia. Menurut Toto, sudah lebih dari 20 gubernur dan 50 wali kota se-Indonesia yang disurvei lembaga tersebut. Hasilnya, hampir seluruh hasil survei mendekati sasaran. Sementara untuk survei kali ini, dia mengaku mendapatkan sejumlah uang untuk keperluan kerja.
"Kisarannya Rp 250 juta. Itu yang menentukan berapa jumlah responden dan metodologi survei," katanya.
Hasil survei tersebut adalah pasangan Foke-Nara akan memenangi pilkada, baik satu putaran maupun dua putaran. Hasil tersebut diperoleh karena tidak adanya peningkatan dukungan signifikan dari para kompetitornya sejak Maret 2012, yang telah menyentuh angka 50 persen menang satu putaran. Pasangan Foke-Nara didukung oleh 43,7 persen pemilih. Urutan kedua ditempati pasangan Jokowi-Basuki dengan 14,4 persen. Empat pasangan lainnya masing-masing memiliki dukungan di bawah 10 persen, bahkan ada yang di bawah 5 persen.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang