Apple Hadang Galaxy Nexus, Samsung Ajukan Banding

Kompas.com - 03/07/2012, 11:19 WIB

KOMPAS.com - Apple berhasil memenangkan putusan sementara pengadilan distrik San Jose, California, AS, yang melarang penjualan smartphone Galaxy Nexus di Amerika Serikat (AS).

Samsung pun tak tinggal diam, perusahaan asal Korea Selatan ini mengajukan banding ke pengadilan, Senin (2/7/2012).

Seperti gugatan yang sudah-sudah, Apple menuding Galaxy Nexus melanggar hak cipta pada perangkat lunak (software) iPhone. Menurut Apple, ada empat paten miliknya yang dilanggar oleh Samsung.

Menurut Hakim yang menangani kasus ini, Lucy Koh, keberadaan Galaxy Nexus di AS akan mengancam pangsa pasar Apple. "Meskipun Samsung memiliki hak untuk bersaing, namun mereka tidak punya hak bersaing secara tidak adil, karena membanjiri pasar dengan produk yang melanggar paten," tulis Koh dalam sebuah pernyataan.

Keputusan pelarangan Galaxy Nexus di AS, keluar setelah Apple membayar uang jaminan 2,6 juta dollar AS untuk melindungi kerugian yang diderita Samsung, jika di kemudian hari ditemukan fakta bahwa gugatan Apple itu salah.

Mengapa Galaxy Nexus yang diblokir?

Galaxy Nexus menjadi smartphone pertama di AS yang akan mendapatkan update sistem operasi Android 4.1 Jelly Bean pada Juli 2012. Para pecinta Android tentu mengincar Galaxy Nexus untuk segera mencicipi Jelly Bean.

Apple sampai sekarang belum mengajukan gugatan terhadap smartphone yang paling diunggulkan Samsung, yakni Galaxy S III. Padahal smartphone ini telah dipasarkan pada Juni 2012.

"Jika Galaxy S III dilarang oleh Apple, maka akan menjadi masalah besar untuk Samsung." kata Lee Sun Tai, analis NH Investment & Securities Co asal Korea.

Galaxy Tab 10.1 juga diblokir

Bukan hanya Galaxy Nexus yang hendak diblokir Apple, namun tablet Galaxy Tab 10.1 juga ingin diblokir. Kasus ini ditangani oleh Hakim yang sama, Lucy Koh. Ia memerintahkan Samsung untuk menghentikan sementara penjualan tablet tersebut, setelah Apple menggugat bahwa Galaxy Tab 10.1 menyontek iPad, Selasa (26/6/2012).

Samsung menanggapi keputusan sementara itu dengan mengajukan banding, sehari setelah keputusan itu keluar. Para pemerhati teknologi berpendapat, Galaxy Tab 10.1 menjadi saingan terberat iPad di pasar AS.

Apple telah mengibarkan bendera perang paten sejak 2010, yang berlangsung di empat benua. Apple menuding tablet dan smartphone keluarga Galaxy menyontek desain dan teknologi software iPad dan iPhone.

Tak hanya dengan Samsung, Apple kini juga sedang bertarung dengan Motorola dan sebelumnya juga pernah menggugat HTC.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau