Olimpiade

Lifter China Ingin Mengulangi Kejayaannya di London

Kompas.com - 04/07/2012, 05:25 WIB

Paris, Senin - Lifter China yang mendominasi pentas angkat besi di Olimpiade Beijing 2008 ingin mengulangi kejayaan mereka di Olimpiade London yang tinggal 23 hari lagi akan digelar.

Empat tahun lalu, China keluar sebagai pengumpul medali terbanyak ketika mereka menjadi tuan rumah pelaksanaan olimpiade tersebut.

Untuk angkat besi, China juga menjadi juara umum. Total mereka meraih 8 medali emas dari 15 medali emas yang tersedia di Beijing. Selain itu, mereka menambah 1 perak.

Di London nanti, cabang angkat besi bakal diikuti 260 atlet, yakni 156 lifter putra serta 104 lifter putri.

Sama seperti di Beijing, pada Olimpiade London 2012, cabang angka besi kembali memperebutkan 15 medali emas. Lokasi pertandingan angkat besi olimpiade di ExCel Arena, di wilayah timur London, dekat dengan daerah pelabuhan.

Perebutan seluruh 15 medali emas tersebut di delapan kelas putra dan tujuh kelas putri. Kelas untuk putra meliputi 56 kilogram, 62 kg, 69 kg, 77 kg, 85 kg, 94 kg, 105 kg, dan + 105 kg.

Untuk kelas putri adalah kelas 48 kg, 53 kg, 58 kg, 63 kg, 69 kg, 75 kg, dan + 75 kg.

Ada dua kategori di angkat besi, yakni snatch serta clean dan jerk. Setiap lifter peserta mendapat kesempatan tiga kali untuk mengangkat barbel di setiap nomor yang diikuti.

Lifter dengan total angkatan terbaik dari tiga kesempatan itu berhak memperoleh medali emas. Jika ada lifter yang mengangkat total beban yang sama, penentuan pemenang adalah melalui berat badan lifter. Lifter dengan berat badan lebih ringan tetapi dapat mengangkat total beban yang sama berhak atas medali emas.

Saat di Beijing, pencapaian 8 medali emas China, empat di antaranya berkat upaya lifter putri. Emas itu dari lifter di kelas 48 kg, 58 kg, 69 kg, dan 75 kg.

Ma Wenguang, Presiden Asosiasi Angkat Besi China, memprediksi, di London nanti perolehan medali lifter putri mereka belum tentu sama dengan di Beijing. Meski dua lifter putri China memecahkan rekor dunia pada Kejuaraan Nasional Angkat Besi Putri China, hal itu bukan jaminan China bakal berjaya.

”Hasil yang bagus, tetapi terlalu dini menyatakan kami bakal mendominasi lagi di London,” kata Ma Wenguang.

Salah satu pencetak rekor dunia baru adalah Tian Yuan, pemegang gelar juara dunia saat digelar di Paris tahun 2011. Tian yang berusia 19 tahun berlaga di kelas 48 kg.

Dia memecahkan rekor dunia clean dan jerk, dengan mengangkat barbel seberat 126 kg. Total angkatan Tian adalah 221 kg. Hasil itu lebih baik ketimbang di Paris yang 207 kg.

Angkatan Tian di kejuaraan nasional itu menjadi rekor dunia baru. Di kategori clean dan jerk, angkatan Tian lebih berat 5 kg dan di total angkatan lebih baik 4 kg dari rekor lama. ”Saya kian percaya diri. Hal itu menjadi modal bagi saya untuk bertarung di London,” kata Tian. (AFP/NIC)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau