KOMPAS.com - Berangkat dari pengalaman sejak 3500 tahun silam, Jepang adalah salah satu negara di kawasan Asia Timur yang tetap mengandalkan kedelai sebagai bagian dari pola makanan. Tanaman keluarga polong-polongan ini menjadi salah satu budidaya di Asia Timur berikut basis pembuatan banyak makanan khas.
Selain itu, kedelai memang menjadi salah satu makanan sehat untuk menjaga kestabilan gula darah serta pengaruhnya terhadap penyakit degeneratif lainnya. Pakar nutrisi dari Soy Nutrient Institut Japan Prof. Shaw Matanabe M.D, Ph.D mengemukakan hal itu pada Sabtu lalu dalam diskusi kesehatan bertajuk "The Rule of Protein and Carbohydrate in Diabetic Management" hasil kerja sama Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni), dan pihak Amerta Indah Otsuka, produsen Soyjoy.
Di dalam diskusi yang juga turut dihadiri oleh Ahli Endrokinologi Indonesia dr. Suharko Soebardi, SpPD-KEMD, FINASIM itu mengemuka soal penanganan dan pengendalian penyakit diabetes melalui terapi nutrisi yang tepat.
Kandungan isoflavon yang termasuk antioksidan ini dan serat pangan pada kedelai terbukti dapat membantu memperbaiki resistensi insulin dan menjaga kestabilan kadar gula darah. Hal ini tentu saja sangat bermanfaat bagi penyandang diabetes tipe II. Isoflavon pun membantu menurunkan risiko terkena penyakit diabetes bagi mereka yang belum terkena penyakit diabetes.
Sementara, Alvin Mulyawan dari Amerta Indah Otsuka menambahkan terus memberikan informasi kesehatan terkini kepada masyarakat Indonesia khususnya melalui pakar kesehatan mengenai pentingnya mengkonsumsi makanan sehat seperti kedelai.