Pola

Jepang Tetap Andalkan Kedelai

Kompas.com - 09/07/2012, 18:45 WIB

KOMPAS.com - Berangkat dari pengalaman sejak 3500 tahun silam, Jepang adalah salah satu negara di kawasan Asia Timur yang tetap mengandalkan kedelai sebagai bagian dari pola makanan. Tanaman keluarga polong-polongan ini menjadi salah satu budidaya di Asia Timur berikut basis pembuatan banyak makanan khas.

Selain itu, kedelai memang menjadi salah satu makanan sehat untuk menjaga kestabilan gula darah serta pengaruhnya terhadap penyakit degeneratif lainnya. Pakar nutrisi dari Soy Nutrient Institut Japan Prof. Shaw Matanabe M.D, Ph.D mengemukakan hal itu pada Sabtu lalu dalam diskusi kesehatan bertajuk "The Rule of Protein and Carbohydrate in Diabetic Management" hasil kerja sama Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni), dan pihak Amerta Indah Otsuka, produsen Soyjoy.

Di dalam diskusi yang juga turut dihadiri oleh Ahli Endrokinologi Indonesia dr. Suharko Soebardi, SpPD-KEMD, FINASIM itu mengemuka soal penanganan dan pengendalian penyakit diabetes melalui terapi nutrisi yang tepat. 

Kandungan isoflavon yang termasuk antioksidan ini dan serat pangan pada kedelai terbukti dapat membantu memperbaiki resistensi insulin dan menjaga kestabilan kadar gula darah. Hal ini tentu saja sangat bermanfaat bagi penyandang diabetes tipe II. Isoflavon pun membantu menurunkan risiko terkena penyakit diabetes bagi mereka yang belum terkena penyakit diabetes.

Sementara, Alvin Mulyawan dari Amerta Indah Otsuka menambahkan terus memberikan informasi kesehatan terkini kepada masyarakat Indonesia khususnya  melalui pakar kesehatan mengenai pentingnya mengkonsumsi makanan sehat seperti kedelai.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau