Merkel Bertemu PGI di Gereja Immanuel

Kompas.com - 10/07/2012, 15:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kanselir Jerman Angela Dorothea Merkel melakukan pertemuan dengan perwakilan pengurus Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) di Gereja Immanuel, Jakarta, Selasa (10/7/2012) siang.

Merkel tiba di Gereja Immanuel dengan disambut nyanyian berjudul "Pujilah Tuhan Sang Raja" yang dibawakan oleh Paduan Suara Immanuel. "Saya senang bisa berada di sini dengan disambut nyanyian yang saya kenal. Saya juga akan bertukar pikiran dengan perwakilan jemaat gereja," kata Merkel setibanya di Gereja Immanuel, Jakarta Pusat.

Sementara itu, Sekretaris Umum PGI Pdt Goemar Gultom mengatakan, sejumlah pengurus PGI akan melakukan pembicaraan dengan Kanselir Merkel mengenai permasalahan gereja, salah satunya penegakan hak asasi manusia di Indonesia.

Sejumlah pengurus PGI yang bertemu Merkel adalah Ketua Umum PGI Pdt AA Yewangoe, Sekjen PGI Pdt Goemar Gultom, Ketua Umum Gereja Protestan Indonesia bagian Barat (GPIB) Pdt Manuhutu, dan Sekretaris Umum GPIB Pdt Adrian Pitoy.

Kunjungan Merkel ke Indonesia itu merupakan yang pertama kalinya sejak dia menjabat sebagai Kanselir Jerman pada 2005.

Seusai dari Gereja Immanuel, Merkel akan mengunjungi Masjid Istiqlal, masjid terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Setelah itu, dia dijadwalkan bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Selasa pukul 15.00 WIB. Merkel juga akan mendatangi Mahkamah Konstitusi (MK) dan bertemu dengan Ketua MK Mahfud MD untuk membicarakan masalah tentang penegakan hukum, demokrasi, dan peran MK.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau