Ada Kaus Berkumis di "TPS Anas"

Kompas.com - 11/07/2012, 11:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Banyak cara untuk menunjukkan bentuk dukungan pada cagub dan cawagub di Pilkada DKI Jakarta tahun ini. Salah satunya adalah dengan mengenakan kaus yang menggambarkan sosok para cagub dan cawagub. Seperti yang dilakukan Ajeng dan Indah. Keduanya datang mencoblos ke TPS 90 Duren Sawit mengenakan kaus putih "I Love Berkumis" yang bergambar hati dan kumis hitam.

Kaus yang mereka gunakan sebagai bentuk dukungan pada pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli atau Foke Nara. Dua putra-putri yang datang bersama Ajeng juga mengenakan striker berkumis dan ditempel pada kaus masing-masing.

"Dikasih dari keluarganya Pak Foke. Deket aja sama keluarganya," terang Ajeng seusai mencoblos, Rabu (11/7/2012).

TPS 90 juga merupakan tempat Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum menggunakan hak pilihnya. Indah mengaku, dirinya bertetangga dengan Anas. "Rumah saya, samping rumah Pak Anas," terangnya.

Menurut Indah, Foke yang berada dalam urutan nomor 1 menjadi pilihannya kembali agar dapat meneruskan program-program DKI Jakarta sebelumnya. Foke-Nara dipastikan dapat memimpin Jakarta menjadi lebih baik. "Yang sudah pasti-pasti sajalah," ujarnya sambil tersenyum.

Dilarang

Sebelumnya, anggota KPU Jakarta, Sumarmo, menyampaikan, para pemilih atau saksi yang hadir di tempat pemungutan suara (TPS) tidak diperkenankan memakai atribut yang memuat foto, nama, atau nomor urut pasangan calon pada saat pemungutan dan penghitungan suara berlangsung 11 Juli. Hal ini untuk menjaga netralitas di seputar TPS. Larangan ini sudah tertuang dalam surat edaran KPU Jakarta ke ketua KPU kota/kabupaten.

"Tapi, pakaian yang tidak memuat foto, nama, atau nomor urut pasangan calon, tidak dilarang," ujar Sumarno.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau