JAKARTA, KOMPAS.com — Banyak cara untuk menunjukkan bentuk dukungan pada cagub dan cawagub di Pilkada DKI Jakarta tahun ini. Salah satunya adalah dengan mengenakan kaus yang menggambarkan sosok para cagub dan cawagub. Seperti yang dilakukan Ajeng dan Indah. Keduanya datang mencoblos ke TPS 90 Duren Sawit mengenakan kaus putih "I Love Berkumis" yang bergambar hati dan kumis hitam.
Kaus yang mereka gunakan sebagai bentuk dukungan pada pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli atau Foke Nara. Dua putra-putri yang datang bersama Ajeng juga mengenakan striker berkumis dan ditempel pada kaus masing-masing.
"Dikasih dari keluarganya Pak Foke. Deket aja sama keluarganya," terang Ajeng seusai mencoblos, Rabu (11/7/2012).
TPS 90 juga merupakan tempat Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum menggunakan hak pilihnya. Indah mengaku, dirinya bertetangga dengan Anas. "Rumah saya, samping rumah Pak Anas," terangnya.
Menurut Indah, Foke yang berada dalam urutan nomor 1 menjadi pilihannya kembali agar dapat meneruskan program-program DKI Jakarta sebelumnya. Foke-Nara dipastikan dapat memimpin Jakarta menjadi lebih baik. "Yang sudah pasti-pasti sajalah," ujarnya sambil tersenyum.
Dilarang
Sebelumnya, anggota KPU Jakarta, Sumarmo, menyampaikan, para pemilih atau saksi yang hadir di tempat pemungutan suara (TPS) tidak diperkenankan memakai atribut yang memuat foto, nama, atau nomor urut pasangan calon pada saat pemungutan dan penghitungan suara berlangsung 11 Juli. Hal ini untuk menjaga netralitas di seputar TPS. Larangan ini sudah tertuang dalam surat edaran KPU Jakarta ke ketua KPU kota/kabupaten.
"Tapi, pakaian yang tidak memuat foto, nama, atau nomor urut pasangan calon, tidak dilarang," ujar Sumarno.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang