Pilkada dki

Puskapol FISIP UI Prediksi Pilkada 2 Putaran

Kompas.com - 11/07/2012, 14:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Manajer Pusat Data Pusat Kajian Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia Dirga Irsan memprediksi, Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta bakal berlangsung dua putaran. "Kalau enam calon pasangan gubernur DKI, sulit memang kalau dua putaran," katanya, Selasa malam, di Jakarta.

Menurut Dosen FISIP UI yang mengajar Pemilu dan Perwakilan Politik di Indonesia itu, setiap pasangan calon akan memperoleh suara bervariasi dari angka 22 persen turun ke 19 persen dan 10-an persen.

"Salah satu alasannya karena pada survei Pusat Data Pusat Kajian Politik (Puskapol) FISIP UI awal Juni lalu, tercatat masih 57,9 persen yang salah dan tidak tahu kapan dilaksanakannya pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI," ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, dari hasil survei Puskapol, ada 65,3 persen yang menjawab salah mengenai jumlah peserta pasangan calon pada pilkada hari Rabu (11/7/2012) ini.

"Meski 80 persen akan hadir, belum tentu mereka memenuhi haknya untuk memilih," kata Dirga. Dari hasil pantauan Kompas, di TPS 029 di Batuampar, Condet, yang menjadi basis dukungan pasangan Gubernur Fauzi Bowo, siang ini, dari 448 daftar pemilih tetap, hanya sekitar 250 orang yang datang ke TPS.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau