Dialog AS-China di Pertemuan ASEAN

Kompas.com - 12/07/2012, 13:02 WIB

Menlu AS Hillary Clinton dan Menlu China Yang Jiechi dijadwalkan bertemu di forum ASEAN di tengah ketegangan di wilayah itu.

Insiden kembali terjadi pekan ini antara China dan Jepang mengenai serangkaian pulau di Laut China Timur.

Sementara itu China mengambil langkah hati-hati terhadap kode etik ASEAN tentang perselisihan di Laut China Timur.

Clinton sedang melakukan tur ke Asia yang oleh analis disebut sebagai pertanda akan meningkatnya minat Washington di kawasan tersebut. Sebelumnya ia mengatakan bahwa AS sedang "condong mengarah ke Asia."

Clinton tiba di ibukota Kamboja, Phnom Penh, dari Laos, dimana ia membuat sejarah sebagai diplomat tinggi AS pertama yang mengunjungi negara itu dalam enam dekade. Sebelumnya ia bepergian ke Mongolia dan Vietnam.

Dalam pertemuan dengan koleganya dari Cona, Clinton diperkirakan akan berusaha menyeimbangkan minat sekutu-sekutu AS seperti Jepang dan Filipina terhadap hubungan AS-China, kata para analis.

Kantor berita AFP mengutip seorang pejabat departemen luar neger AS yang mengatakan bahwa ia akan mendesak kemajuan kode etik ASEAN dalam perselisihan di Laut China Timur.

Wilayah perselisihan

Menteri luar negeri dari 10 negara anggota ASEAN bertemu di Phnom Penh dengan para mitra wilayah termasuk China, Clinton dan perwakilan Uni Eropa Catherine Ashton.

Pada hari Rabu (11/7/2012), Menlu Jepang dan China mengadakan pembicaraan mengenai pulau-pulau yang menjadi pusat perselisihan di Laut China Timur.

Dikenal sebagai Senkaku di Jepang dan Diaoyu di China, pulau-pulau tidak berpenghuni tapi kaya mineral itu dikendalikan oleh Jepang tetapi juga diklaim oleh China dan Taiwan. Pulau-pulau tersebut selama ini menjadi sumber ketegangan.

Jepang memanggil duta besar China untuk memprotes kehadiran kapal-kapal patroli China di wilayah itu pada Rabu pagi.

Kementerian Luar Negeri China mengatakan Beijing tidak "menerima perwakilan yang dimasukkan oleh Jepang terhadap isu ini," seperti dilaporkan oleh media pemerintah Xinhua.

Sedangkan dalam sengketa Laut China Selatan, ASEAN telah memutuskan untuk mengadopsi sejumlah 'elemen kunci' pada kode etik yang akan mengatur masalah-masalah kelautan di wilayah tersebut.

Pertemuan antara menteri luar negeri negara-negara ASEAN yang berlangsung di Phnom Penh, Kamboja ini merupakan bagian dari rangkaian rencana pertemuan yang nantinya akan melibatkan 16 negara mitra ASEAN termasuk China.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau