KPK Tepis Korupsi Pengadaan Al Quran Terkait Pencalonan Ical

Kompas.com - 16/07/2012, 09:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemberantasan Korupsi menepis tudingan yang menyatakan pengungkapan kasus dugaan korupsi pengadaan Al Quran beserta pelakunya terkait dengan pencalonan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie sebagai calon presiden.

"Tidak ada maksud apa-apa mengungkapkan kasus tersebut, atau kesengajaan dengan diadakannya Rapimnas Partai Golkar, KPK sudah menelusurinya jauh sebelum rapimnas itu diadakan," kata Ketua KPK Abraham Samad, Minggu (15/7/2012) malam di Jakarta.

Menurut Abraham, KPK mendengar adanya keluhan dari Partai Golkar karena katanya pengungkapan kasus Al Quran bersamaan dengan pencalonan Ical atau Aburizal Bakrie sebagai capres.

Lebih jauh, Abraham menyatakan, dugaan korupsi pengadaan Al Quran memang sensitif. "Sebab itu, di awal-awal tidak ada yang mau mengungkapkan. Jadi, saya yang menyampaikan ke publik," tuturnya.

Sejauh ini, KPK sudah mengumumkan potensi kerugian negara dari pengadaan Al Quran dan tersangka pelakunya yang berinisial ZD berasal dari Partai Golkar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau