Rusia: Soal Suriah, Barat "Memeras"

Kompas.com - 16/07/2012, 17:19 WIB

MOSKWA, KOMPAS.com - Rusia menuduh negara-negara Barat menggunakan "pemerasan" untuk mendapatkan dukungan bagi sanksi Dewan Keamanan PBB terhadap Suriah.

"Kami menyesalkan, kami melihat ada unsur pemerasan," kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dalam sebuah konferensi pers terkait solusi atas konflik di Suriah, di Moskwa, Senin (16/7/2012).

"Kami diminta memilih, antara menyetujui resolusi yang memasukkan Pasal 7 (Piagam PBB), atau menolak memperpanjang mandat misi pemantau (PBB)," kata Lavrov.

Pasal 7 Piagam PBB disebutkan tentang tindakan yang bisa diambil PBB dalam menghadapi ancaman terhadap perdamaian dan konflik serta bisa dilakukan secara militer.

"Kami menilai ini benar-benar sebagai pendekatan yang kontraproduktif dan berbahaya," kata Lavrov menjelang pertemuan dengan utusan PBB dan Liga Arab, Kofi Annan.

Lavrov juga menegaskan, bahwa merupakan hal yang "tidak realistis" bagi negara-negara Barat mengharapkan Rusia bisa meyakinkan Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk mundur hanya karena Moskwa merupakan sekutu rezim Damaskus sejak lama.

"Kami mendengar komentar seperti "kunci dari penyelesaian Suriah terletak di Moskwa. Kemudian dijelaskan pada kami, ketika kami menanyakan tentang itu, bahwa itu berarti kami (Rusia) harus meyakinkan Assad untuk mundur atas kemauan sendiri."

"Itu sama sekali tidak realistis. Dan itu bukan soal keberpihakan, simpati, ataupun antipati kami," tegasnya.

"Dia (Assad) tidak akan meninggalkan kekuasaan. Dan ini bukan karena kami melindungi dia, melainkan karena bagian yang signifikan dari populasi Suriah berada di belakangnya," papar Lavrov.

Pekan lalu, Lavrov menerima para pemimpin oposisi Suriah di Moskwa. Namun dia menilai permintaan mereka masih "radikal" karena mereka menuntut perubahan menyeluruh rezim Assad.

"Sejauh ini kami tidak berhasil meyakinkan mereka (oposisi) pentingnya mengabaikan posisi radikal. Mereka terus mengatakan bahwa revolusi sedang berjalan."

Lavrov menegaskan bahwa negaranya tidak mendukung Assad secara pribadi, tetapi adalah hak-hak rakyat Suriah untuk menentukan nasib sendiri di bawah inisiatif perdamaian Annan.

"Saya ulangi sekali lagi - bahwa kami tidak mendukung Bashar al-Assad. Seperti yang lain, kami mendukung rencana perdamaikan Kofi Annan," tegas Lavrov.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau