Akademi Komunitas Harus Dipersiapkan dengan Baik

Kompas.com - 16/07/2012, 18:56 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com- Ketua Komisi X DPR Agus Hermanto menilai rencana pemerintah untuk mendirikan akademi komunitas (community college) di kabupaten/kota haruslah dipersiapkan dengan baik. Oleh karena itu proses pendirian akademi komunitas perlu dibicarakan lebih lanjut, tidak bisa langsung begitu saja dijalankan.

"Kalau kami setuju-setuju saja. Tapi kita tidak bisa secara langsung harus jadi. Mestinya program-program itu ditata lebih baik, harus melalui pembicaraan yang serius Program itu harus kita buat lebih menusuk," papar Agus di Semarang, Jawa Tengah, Senin (16/7/2012) petang, saat diminta tanggapannya mengenai pendirian akademi komunitas.

Seperti diberitakan, setelah Rancangan Undang-Undang Pendidikan Tinggi disetujui DPR, pemerintah segera membangun perguruan tinggi negeri (PTN) baru terutama di provinsi yang belum memiliki PTN seperti di Sulawesi Barat. Selain itu, akan didirikan pula akademi komunitas di kabupaten/kota. (Kompas,16/7/2012).

Agus menegaskan sepanjang program tersebut untuk kepentingan masyarakat, kalangan DPR pasti akan menyetujuinya. "Tentu segala sesuatu yang baik harus kita junjung," ungkapnya.

Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Sudijono Sastroatmodjo juga mendukung berdirinya akademi komunitas di daerah-daerah, karena dengan demikian daerah-daerah yang memiliki akademi komunitas bisa melahirkan tenaga-tenaga terampil.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau