Jumlah Atlet Perempuan di Olimpiade London Bertambah Banyak

Kompas.com - 17/07/2012, 00:33 WIB

KOMPAS.com — Terjadi perubahan drastis di dunia olahraga dalam sepuluh tahun belakangan ini. Jumlah perempuan yang akan turut berlaga dalam berbagai cabang olahraga di Olimpiade London bertambah banyak.

Dua hal besar yang mendasarinya adalah, Arab Saudi setuju mengirim dua perempuan untuk berlaga dalam olimpiade tersebut. Dengan demikian, untuk kali pertama, semua negara yang berkompetisi dalam olimpiade akan memiliki atlet perempuan di dalam kontingennya.

Untuk kali pertama pula, tim olimpiade Amerika Serikat mengirimkan lebih banyak atlet perempuan dibanding atlet laki-laki.

Kurang dari 20 tahun yang lalu, di Olimpiade Atlanta tahun 1996, sebanyak 26 negara tidak mengirimkan atlet perempuan.

"Kita perlu merayakan dan mengenal betul-betul kemajuan ini," kata Janice Forsyth, Ketua International Center for Olympic Studies di University of Western Ontario, seperti dilansir nytimes.com.

Pemerintah Arab Saudi dan pengurus olah raganya tengah menghadapi tekanan internasional terhadap kebijakan Arab Saudi yang hanya memperbolehkan laki-laki berpartisipasi dalam perlombaan.

Pada Maret, International Olympic Committee mengatakan bahwa Arab Saudi akan mengirim atlet perempuan untuk ikut bertanding dalam Olimpiade London.

Di sisi lain, Qatar dan Brunei, dua negara Muslim lainnya, untuk kali pertama juga mengatakan akan mengirim perempuan ke olimpiade tersabut.

Arab Saudi dapat dikatakan sebagai negara Islam yang paling menonjol di antara ketiganya karena luas wilayah, kepemilikan minyak, dan aturan-aturan yang mengekang perempuan di kehidupan sehari-hari.

Jumlah perempuan akan lebih dari 40 persen dari sekitar 10.500 atlet yang akan bertanding di London. Jumlah ini lebih kurang sama dengan persentase perempuan yang ikut berpartisipasi di Olimpiade Musim Dingin Vancouver pada 2010.

"Ini adalah gebrakan, dua perempuan akan bertanding di bawah bendera Arab Saudi. Walau demikian, hal ini juga akan mengangkat ironi yang tengah terjadi. Jutaan perempuan tua dan muda di Arab Saudi masih tidak memiliki kesempatan untuk berpartisipasi karena kebijakan pemerintah," kata Minky Worden, Ketua Inisiatif Global Human Right Watch.

Dua atlet perempuan asal Arab Saudi yang akan berlaga di London adalah Wodjan Ali Seraj Abdulrahim Shahrkhani di cabang judo dan Sarah Attar untuk cabang lari 800 meter.

"Ini bisa menjadi sebuah inspirasi besar, sebagai salah satu dari para perempuan pertama Arab Saudi yang berpartisipasi dalam olimpiade," kata Attar (19) di tempat latihannya di San Diego.

"Ini adalah sebuah kehormatan. Saya berharap ini akan menjadi kemajuan besar bagi perempuan di Arab Saudi agar dapat lebih terlibat dalam olahraga."

Attar berlatih di luar Arab Saudi. Ia lahir dan dibesarkan di California dan tengah belajar di Pepperdine University.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau