Mau Keluar Suriah, WNA "Diperas" Majikan

Kompas.com - 17/07/2012, 18:11 WIB

MANILA, KOMPAS.com — Pekerja Filipina yang berniat meninggalkan Suriah diminta membayar hingga 10.000 dollar AS oleh majikan mereka sebelum pergi, Departemen Luar Negeri Filipina di Manila mengatakan, Selasa (17/7/2012).

Para majikan menuntut karyawan-karyawan itu mengembalikan biaya penempatan mereka, kata Raul Hernandez, juru bicara Deplu.

"Masalahnya sekarang, para bos itu meminta lebih banyak uang untuk penggantian biaya mempekerjakan mereka. Sebelumnya hanya 4.000 dollar per orang, kini bahkan sudah mencapai 10.000 dollar," jelas Hernandez.

Hernandez menjelaskan, Kedutaan Besar Filipina di Damaskus sering harus membantu tawar-menawar harga dengan para majikan karena pekerja-pekerja itu tidak mampu membayar tuntutan itu.

Masalah lainnya adalah pekerja Filipina terus berdatangan. Mereka dibawa oleh penyalur tenaga kerja ilegal di Suriah, meskipun kekerasan terus meningkat di negara itu.

Dia memperingatkan agar rakyatnya tidak "tertipu" tawaran-tawaran pekerjaan yang menjanjikan gaji besar.

Sampai hari ini, kata Hernandez, Pemerintah Manila sudah memulangkan lebih dari 1.800 warganya dari Suriah. Sementara itu, lebih dari 1.000 orang lainnya masih dalam proses.

Pemerintah Filipina melarang warga negaranya bekerja di Suriah dan memerintahkan mereka meninggalkan negara itu sejak Desember lalu, 10 bulan setelah pecahnya pemberontakan terhadap Presiden Bashar al-Assad.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau