Separator Busway Ditinggikan

Kompas.com - 18/07/2012, 02:28 WIB

Jakarta, Kompas - Dinas Perhubungan DKI Jakarta berencana meninggikan separator busway secara bertahap. Kebijakan ini diambil untuk menjamin keamanan perjalanan bus transjakarta karena upaya sterilisasi jalur yang sudah dilakukan dishub ataupun kepolisian tidak berhasil.

”Peninggian separator busway secara bertahap kami buat pada akhir tahun ini. Separator akan ditinggikan menjadi 50 sentimeter,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono, Selasa (17/7).

Menurut Pristono, peninggian separator busway terpaksa dilakukan karena upaya-upaya yang sudah dilakukan Dinas Perhubungan DKI dan kepolisian untuk mensterilkan jalur khusus bus transjakarta itu dari kendaraan lain tidak berhasil.

Akibatnya, bukan saja perjalanan bus transjakarta terganggu, tetapi juga mengakibatkan banyak kecelakaan lalu lintas yang merugikan semua pihak.

Akibat tidak disiplin

Sebetulnya, lanjut Udar Pristono, kalau semua pengendara dan pengguna jalan disiplin dan taat peraturan lalu lintas, Pemerintah Daerah DKI Jakarta tidak perlu mengalokasikan dana untuk peninggian separator busway ini.

”Sayangnya warga kita masih banyak yang tidak disiplin. Padahal, penegakan hukum juga sudah kami lakukan, selain pemasangan portal di mulut-mulut jalur. Tetap saja ada kendaraan atau orang masuk ke jalur busway,” tuturnya.

Menurut Pristono, separator setinggi 50 sentimeter itu akan dibuat sepanjang separator, selayaknya pagar yang memagari jalur khusus bus transjakarta. Namun, karena dana terbatas pemasangan atau pembuatannya dilakukan bertahap.

Pembangunannya akan dimulai dari koridor yang rawan pelanggaran atau kecelakaan, yakni koridor 3, 6, dan 11. Namun, itu pun tidak langsung dipasang sepanjang koridor itu. Karena dananya terbatas tetap akan dipilih berdasarkan prioritas, yakni di titik-titik yang benar-benar rawan pelanggaran oleh kendaraan lain.

”Separatornya terbuat dari beton agar lebih kuat. Tetapi, tetap ada lubang-lubang di bawahnya untuk tali air,” katanya.

Rencana mempertinggi separator busway tersebut diungkapkan pertama kali oleh Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Wahyono seusai rapat evaluasi pelaksana hari pertama Operasi Patuh Jaya 2012.

Menurut Wahyono, pengkajian peninggian separator busway muncul setelah dinas perhubungan dan direktoratnya melakukan studi banding ke China beberapa waktu lalu.

Wahyono mengatakan, separator busway itu akan ditinggikan sekitar 50 sentimeter dan dia mengusulkan separator terbuat dari karet agar lebih aman.

Di Guangzhou, China, separator busway itu berbentuk pagar besi, bukan beton. Desainnya menyerupai pagar taman sehingga indah dan tidak menimbulkan kesan sempit pada jalan. (RTS)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau