Pon riau

Waspadai Kebakaran Hutan sebagai Gangguan PON

Kompas.com - 18/07/2012, 17:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional XVIII/2012 di Riau yang dimulai 9 September mendatang, terancam kemarau yang bisa memicu kebakaran lahan atau hutan.

Dikhawatirkan, asap bakal mengganggu berbagai pertandingan yang diikuti seluruh provinsi.

Untuk mengantisipasi, Menko Kesra Agung Laksono, Rabu (18/7/2012), memimpin Rapat Koordinasi Terpadu Daerah dengan mengundang Satuan Kerja Pemerintah Daerah Provinsi, bupati dan wali kota di Provinsi Riau. Rapat diselenggarakan di Kantor Gubernur Riau, Kota Pekanbaru.

Agung Laksono didampingi Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Suswono, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Gubernur Riau Rusli Zainal, dan kepala-kepala badan nasional.

Kondisi saat ini, berdasarkan pemantauan satelit NOAA 18, dari Januari sampai 15 Juli 2012, jumlah titik panas tertinggi di Provinsi Riau (2.643), Sumatera Selatan (1.180) dan Kalimantan Barat (1.053).

Di Provinsi Riau, Kabupaten Pelalawan tertinggi (527), Bengkalis (420) dan Rokan Hilir (405).

Fire Danger Rating System (FDRS) pada 15 Juli 2012 menunjukkan bahwa Provinsi Riau dan Kalimantan Barat sangat mudah terbakar, dan akan sangat sulit untuk dikendalikan dan mengakibatkan penurunan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dan pencemaran asap lintas batas.

FDRS adalah sistem untuk mengetahui tingkat kerawanan kawasan yang didasarkan pada kelembaban, suhu, dan curah hujan. Tinjauan lapangan pada 19 - 21 Juni 2012, di Riau dan Kalimantan Barat terlihat bahwa kebakaran terjadi di lahan milik masyarakat, kawasan hutan dan perkebunan. Sementara

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau